Salah satu UMKM binaan Bank Indonesia. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.
Salah satu UMKM binaan Bank Indonesia. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.

Resistensi UMKM Ciptakan Efek Domino di Tengah Pandemi Covid-19

Ekonomi UMKM Konvergensi MGN
Annisa ayu artanti • 09 September 2020 07:09
Jakarta: Keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat ini menjadi vital. Sebab, hampir 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dikontribusikan dari UMKM.
 
Di saat pandemi dan sebagian perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawannya, UMKM pun berperan strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Ketua Umum Asosiasi UMKM M Ikhsan Ingratubun mengungkapkan UMKM sebagai pahlawan pandemi covid-19. Adanya UMKM mampu menciptakan efek domino dari hulu ke hilir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebut ketika UMKM memiliki kecukupan modal, maka roda perekonomian akan berputar. Daya beli akan tumbuh. Saat itulah banyak sektor merasakan hal positif.
 
"Banyak yang berbelanja, orang banyak pemainnya, banyak ikutan produk yang merasakan kalau dia (UMKM) bergerak," kata Ikhsan kepada Medcom.id, Sabtu, 5 September 2020.
 
Namun, tak dimungkiri bahwa pandemi juga memberi dampak bagi UMKM. Mengacu data Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, sebanyak 30 juta UMKM terdampak pandemi.
 
Ikhsan menjelaskan sebelum pemerintah memberikan bantuan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), UMKM sudah terbukti bisa mempertahankan operasionalnya. UMKM bertahan melalui berbagai cara, baik yang konvensional maupun lewat penjualan secara daring.
 
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM, sebanyak delapan juta atau setara 13 persen dari total keseluruhan UMKM nasional sudah beralih ke daring. Sementara, sisanya berjuang menggunakan cara konvensional.
 
"Selebihnya masih konvensional. Jadi, sebenarnya masih lebih besar konvensional daripada daring," ucapnya.
 
Ikhsan juga menuturkan krisis yang terjadi tahun ini berbeda dengan krisis-krisis sebelumnya. Efek krisis sebelumnya tidak terlalu berimbas kepada UMKM. Sementara, krisis pandemi ini dirasa berat karena mengancam kesehatan.
 
Oleh karena itu, menurutnya, bantuan pemerintah melalui program PEN sangat berarti bagi UMKM. UMKM bisa kembali kuat dan menjadi pahlawan perekonomian nasional jika penyaluran dana PEN sebesar Rp123,46 triliun efektif.
 
"Tapi penyalurannya harus dengan cepat. Dalam rangka membangkitkan kembali UMKM agar punya duit atau modal. Dengan begitu, UMKM mampu berbelanja dan menghidupkan kembali usahanya," kata dia.
 
(AHL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif