Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Pesawat Pribadi Dilarang Terbang Layani Mudik

Ekonomi bandara pesawat bandar udara
Suci Sedya Utami, Kautsar Widya Prabowo • 24 April 2020 06:41
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ternyata juga melarang pesawat pribadi atau dikenal juga dengan sebutan pesawat carter untuk terbang melayani mudik Lebaran. Larangan terbang tersebut berlaku mulai 21 April hingga 1 Juni 2020.
 
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan kebijakan tersebut diputuskan sebagai upaya pemerintah dalam membatasi pergerakan manusia demi mencegah penularan wabah covid-19 lebih luas. Ia bilang larangan itu berlaku untuk seluruh perjalanan baik rute domestik maupun luar negeri.
 
"Carter pesawat sama ya dengan pesawat umum, artinya tidak boleh angkut penumpang mudik," kata Novie, dalam sebuah konferensi pers, Kamis, 23 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemenhub telah melarang menghentikan sementara layanan transportasi udara untuk komersil. Namun, kata Novie, terdapat pengecualian dari kebijakan pelarangan terbang. Pengecualian dilakukan untuk pimpinan lembaga tinggi negara maupun wakil kenegaraan hingga organisasi nasional.
 
Novie mengatakan organisasi penerbangan khusus untuk pemulangan WNI maupun WNA, penegakan hukum dan pelayanan darurat bagi petugas penerbangan, pperasional kargo dan kegiatan bersifat esensial masih diperbolehkan untuk terbang.
 
"Operasional lain seizin menteri dalam penanganan covid-19. Khusus pengangkutan medis, sanitasi dan logistik bisa menggunakan pesawat penumpang," ujar Novie.
 
Lebih lanjut, ia mengatakan, navigasi tetap dibuka 100 persen. Demikian juga bandara tetap beroperasi dan wajib melayani pesawat yang tinggal landas dan mendarat yang melintasi bandara tersebut.
 
Ia menambahkan diperlukan kerja sama dan dukungan penuh dari seluruh pihak terkait untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut guna mencegah penyebaran covid-19. "Diharapkan dukungan penuh demi cegah meluasya covid-19," pungkas Novie.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif