Kalung eucalyptus  anti korona. Foto : Kementan.
Kalung eucalyptus anti korona. Foto : Kementan.

PB IDI Sepakat Teliti Khasiat Produk Eucalyptus Kementan

Ilham wibowo • 08 Juli 2020 11:50
Jakarta: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyepakati untuk melakukan riset lanjutan terhadap produk inovasi antivirus berbasis eucalyptus yang diciptakan peneliti di Kementerian Pertanian (Kementan). Tahapan uji klinis akan dilakukan untuk mengetahui khasiatnya pada virus korona covid-19.
 
Ketua PB IDI Daeng Muhammad Faqih mengatakan bahwa riset gabungan bersama Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) akan dilakukan secara terstruktur untuk memanfaatkan potensi bahan alami yang dimiliki Indonesia. Bukan tidak mungkin, kata Daeng, anak bangsa mampu secara mandiri membuat sebuah temuan yang menjadi obat paten covid-19.
 
"Hari ini kita bersama-sama menandatangani MoU tentang aromaterapi eucalyptus, produk Indonesia dan tumbuh di Indonesia," kata Daeng dalam konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta, Rabu, 8 Juli 2020.

Daeng menuturkan bahwa pihaknya sangat mendung kemunculan inovasi untuk mengatasi persoalan masalah kesehatan dengan memanfaatkan kekayaan sumber alam yang ada di Indonesia. Kemunculan produk aromaterapi eucalyptus pun dinilai sebagai langkah besar bagi kemajuan bangsa di bidang pengobatan.
 
"IDI punya komitmen mendorong semua inovasi, penelitian eucalyptus merupakan inovasi anak bangsa yang akan didorong dan teliti agar memberikan manfaat kepada bangsa, kami ingin memanfaatkan sebesar besarnya," ungkapnya.
 
Menurutnya, apa yang dilakukan Kementan bukan hanya mencari jalan keluar untuk mengakhiri virus korona saja. Terlebih saat ini negara-negara di seluruh dunia tengah berjuang dalam mencari penawarnya yang paling paten.
 
"IDI sangat dorong kerja sama ini, dengan potensi yang besar untuk kemandirian di bidang kesehatan," tuturnya.
 
Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyambut baik dukungan PB IDI dalam penelitian lanjutan pada produk aromaterapi eucalyptus. Kolaborasi penelitian di tahap uji klinis juga telah disepakati para peneliti di Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Indonesia (UI).  
 
"Terima kasih IDI yang mau melihat ini sama-sama, uji klinis dan lain-lain sesuai prosedur. Capai juga di-bully, niatnya hanya untuk negeri dan bangsa, tanggung jawab saya juga tidak berhenti menjaga pangan," ujarnya.  
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan