Ilustrasi BBM. Foto: MI/Panca S
Ilustrasi BBM. Foto: MI/Panca S

5 Berita Populer Ekonomi: Harga BBM Naik hingga 3 Krisis yang Bakal Dihadapi Indonesia

Annisa ayu artanti • 02 Desember 2022 08:07
Jakarta: Beberapa berita terpopuler ekonomi pada Kamis, 1 Desember 2022 menjadi perhatian pembaca setia Medcom.id. Mulai dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina, yang kemudian diikuti dengan penyesuaian harga di sejumlah SPBU seperti Shell Indonesia, Vivo Indonesia, dan BP. Lalu, berita mengenai imbauan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terhadap tiga krisis yang akan dihadapi Indonesia di tahun depan.
 
Berikut berita selengkapnya:

1. Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tapi Harga Pertamax Tetap

PT Pertamina (Persero) kembali mengubah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi per Kamis, 1 Desember 2022. Harga pertamax turbo, dexlite, dan pertamina dex resmi naik hari ini. Melansir laman Pertamina, Kamis, 1 Desember 2022 harga pertamax turbo naik Rp900 per liter. Sementara dexlite naik Rp300 per liter dan pertamina dex naik Rp259 per liter.
 
Baca berita selengkapnya di sini.

2. Industri Baja Nasional Meningkat Pesat Seiring Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Ketua Umum The Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) Silmy Karim menyampaikan industri baja nasional saat ini masih pada tahap pertumbuhan awal yang akan terus meningkat pesat seiring pertumbuhan ekonomi nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca berita selengkapnya di sini. 
 
Baca juga: Harga Minyak Beragam di Tengah Pelemahan Dolar AS

3. Pertamina, Shell, Vivo dan BP, Mana Harga BBM Paling Murah?

Mulai 1 Desember 2022, empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yakni Pertamina, Shell, Vivo Indonesia, dan BP melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Mana yang lebih murah?
 
Baca berita selengkapnya di sini.

4. Sri Mulyani: Indonesia Harus Waspadai 3 Krisis Ini

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan Indonesia harus mewaspadai tiga potensi krisis yang akan terjadi terutama di negara yang tidak memiliki pondasi kuat, yaitu krisis pangan, energi, hingga keuangan pada 2023.
 
"Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan berbagai risiko tersebut," katanya dalam Konferensi Pers seusai Penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah TA 2023.
 
Baca berita selengkapnya di sini.

5. Menkeu: APBN 2023 Dirancang Waspada terhadap Risiko Global

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 dirancang sebagai instrumen untuk menjaga optimisme dan meningkatkan kewaspadaan Indonesia terhadap perubahan risiko global.
 
Baca berita selengkapnya di sini.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif