KTT G20 akan digelar pada 13-16 November 2022. Foto: Medcom.id.
KTT G20 akan digelar pada 13-16 November 2022. Foto: Medcom.id.

Ini 6 Pencapaian yang Sudah Dihasilkan RI dalam KTT G20

Despian Nurhidayat • 07 November 2022 11:53
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan banyak capaian yang dihasilkan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di tengah kondisi yang sangat menantang.
 
"Indonesia berhasil memposisikan dirinya sebagai pembawa damai. Memang masih besar pertentangan yang terjadi. Namun, kita bisa membawa kesepakatan strategis untuk menjaga perekonomian dunia," ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu, dilansir Mediaindonesia.com, Senin, 7 November 2022.

Isu kerawanan pangan

Beberapa capaian yang dihasilkan dalam pertemuan G20, termasuk Global Collaboration Initiative To Tackle Food Insecurity. Dalam hal ini, pertemuan G20 menugaskan Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Bank Group (WBG) untuk memberikan hasil pemetaan atas isu kerawanan pangan.
 
Isu tersebut sudah dikonsolidasikan dengan masukan dari technical experts dan organisasi internasional lainnya pada Pertemuan Musim Semi 2023. "Pemetaaan ini bertujuan mengidentifikasi kesenjangan atas respons global dalam mengatasi isu kerawanan pangan," imbuhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berikut gizi serta pendanaan, mengkaji isu ketersediaan dan permintaan pupuk, membangun Sistem Informasi Pasar Pertanian (AMIS) G20 dan mengidentifikasi berbagai masalah jangka menengah yang memerlukan analisis teknis dan sistemik lebih lanjut," jelas Febrio.
 
Lebih lanjut, inisiatif global maupun regional yang tercatat di antaranya food security response dan global platform for private sector intervention Bank Dunia masing-masing sebesar USD30 miliar dan USD6 miliar. Kemudian, program Food Shock Window IMF, program addressing food security ADB sebesar USD14 miliar dan program food security response dari IsDB sebesar USD10,5 miliar.
 
Baca juga: Peran Jokowi dan Arti Penting KTT G20 untuk Dunia

Pembentukan the pandemic fund

Capaian kedua ialah Financial Intermediary Fund (FIF) USD1,4 miliar, untuk Pandemic Prevention Preparedness and Response. Dalam hal ini, dilakukan pembentukan FIF untuk pembiayaan Kesiapsiagaan, Pencegahan, dan Respons pandemi dengan komitmen (pledge) lebih dari USD1,4 miliar dalam rangka memperkuat Asitektur Kesehatan Global.
 
"Pembentukan FIF diberikan nama secara resmi, yaitu 'The Pandemic Fund'. Diluncurkan secara resmi Presidensi G20 Indonesia pada 13 November 2022. The Pandemic Fund sedang melengkapi berbagai perangkat operasionalnya dalam rangka melakukan Call for Proposal (Proposal Pendanaan) perdananya," ujarnya.
 
Dewan Pengatur (Governing Board) dari The Pandemic Fund ini terdiri dari unsur-unsur para Donor, Negara Calon Penerima Pendanaan, dan juga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Internasional. Indonesia direpresentasikan oleh M. Chatib Basri, bersama dengan Menteri Kesehatan Rwanda Daniel Ngajime, yang saat ini menjadi Co-Chairs dari Dewan Pengatur The Pandemic Fund.

Percepatan transisi energi

Ketiga, ditetapkan Transition Finance Framework yang mendukung implementasi Country Platform for Energy Transition Mechanism For a Just and Affordable Transition. Pengembangan Indonesian Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform dalam mendukung percepatan penutupan pembangkit listrik tenaga batu bara.
 
Berikut, pengembangan energi terbarukan untuk mempercepat transisi kepada energi yang lebih ramah lingkungan menuju nol emisi karbon (net zero emission) dengan mekanisme adil dan terjangkau (a just and affordable).

Membantu negara-negara yang membutuhkan

"Capaian keempat, Resilience and Sustainability Trust, USD81,6 miliar to support countries in need," jelas Febrio.
 
Menurut Febrio, SDR allocation channeling sebesar USD81,6 miliar dari target sebesar USD100 miliar untuk membantu negara-negara yang membutuhkan antara lain melalui implementasi Resilience and Sustainability Trust (RST)," sambungnya.
 
Baca juga: KTT G20 Berkontribusi Rp7,4 Triliun bagj PDB Indonesia

Membantu negara miskin karena utangnya

Capaian kelima ialah Common Framework for Debt Treatment dengan pembentukan Creditors' Committee. Telah disetujui pembentukan Creditors Committee dalam Common Framework (CF) untuk membantu restrukturisasi utang di Zambia, serta melanjutkan proses negosiasi Creditors Committee untuk Chad dan Ethiopia.
 
"Tahapan tersebut merupakan wujud nyata G20 dalam membantu negara miskin menghadapi tingginya tingkat utang karena krisis global. G20 juga menyerukan langkah-langkah pelaksanaan CF selanjutnya agar lebih tepat waktu, teratur dan terkoordinasi," terang Febrio.

Dorong pendanaan MDBs

Keenam, Capital Adequacy Framework (CAF) Review-Support to Strengthen Debt Sustainability. Telah disepakati penerbitan hasil laporan Panel Independen atas MDBs' CAF Review untuk mendorong penguatan peran dan kapasitas pendanaan Multilateral Development Banks (MDBs). Khususnya, dalam menghadapi berbagai krisis, seperti pandemi covid-19 dan perubahan iklim.
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif