Menteri ESDM Arifin Tasrif. FOTO: Kementerian ESDM
Menteri ESDM Arifin Tasrif. FOTO: Kementerian ESDM

Menteri ESDM: Pasar Energi RI Masih Ciamik bagi Investor

Antara • 14 November 2022 22:05
Bali: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan Indonesia masih menjadi pasar yang menarik bagi investor, khususnya di sektor energi. Hal tersebut diungkapkan pada kegiatan sampingan Forum B20 Summit, Signing Agreement B20 Task Force, Sustainability & Climate Business Action di Nusa Dua, Badung, Bali.
 
Pada forum sebagai rangkaian KTT G20 tersebut, Menteri ESDM hadir untuk menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) beberapa pelaku bisnis sektor energi. Penandatanganan MoU tersebut adalah momen penting, karena menunjukkan kemauan untuk mewujudkan investasi di RI.
 
"Serta menunjukkan bagaimana Indonesia adalah negara yang masih menarik bagi para investor," ujar Menteri Arifin, dilansir dari Antara, Senin, 14 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebutkan Indonesia memiliki potensi sumber daya energi dan sumber daya alam lainnya yang sangat melimpah dan beragam, namun masih belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, mengingat keterbatasan akses teknologi dan finansial untuk mengelolanya.
Baca: KTT G20 Tekan Pengangguran di Bali

Selain itu, menurut dia, dengan menetapkan target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060, akan membuat Indonesia semakin membutuhkan investasi yang sangat besar. RI telah membuat roadmap secara bertahap hingga 2060 untuk mencapai target NZE tersebut.
 
Arifin menambahkan pemerintah telah melakukan reformasi dari segi regulasi untuk mewujudkan ekosistem investasi yang lebih kondusif, seperti melakukan penyederhanaan perizinan dan persyaratan investasi.
 
"Investasi yang masuk akan memberikan dampak terciptanya lahan pekerjaan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan perkembangan teknologi," ujarnya.
 
Pada forum B20 tersebut ditandatangani MoU Development of a Clean Amonia and Hydrogen Value Chain antara PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco, dan Definitive Cooperation Agreement Pomalaa High Pressure Acid Leach (HPAL) Project antara PT Vale Indonesia dan Zhejiang Huanyo Cobalt Ltd.
 
Kemudian MoU Acceleration of Clean Energy Related Projects antara PT Pertamina (Persero) dan Japan Bank for International Cooperation. Selanjutnya MoU Gas, LNG, and Company Capacity Building antara PT PGN Tbk dan BOTAS Turki dan MoU Accelerating of Battery Energy Storage System (BESS) Application on Transportation Modes antara Indonesia Battery Corporation dan Contemporary Amprex Technology Co.

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif