Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Semen Indonesia Akui Penjualan Domestik Lebih Cuan Dibandingkan Ekspor

Suci Sedya Utami • 10 September 2021 10:18
Jakarta: PT Semen Indonesia Tbk (Persero) memprioritaskan penjualan produk untuk pasar domestik karena dianggap memiliki profitabilitas keuntungan yang lebih baik.
 
Direktur Marketing & Supply Chain Semen Indonesia Adi Munandir mengatakan, profitabilitas pasar domestik lebih tinggi 20 persen dibandingkan pasar luar negeri atau ekspor. Menurut Adi, perseroan memiliki kemampuan untuk melayani seluruh pasar di Indonesia.
 
Sementara untuk ekspor, ia bilang sangat dipengaruhi oleh dinamika yang terjadi di pasar internasional. Misalnya, beberapa waktu lalu terjadi kendala penjualan akibat adanya lockdown di beberapa negara tujuan.

"Kalau kita bandingkan masih jauh lebih besar penjualan domestik. Untuk ekspor tergantung kondisi pasar. Tapi net profit margin dari domestik lebih baik," kata Adi dalam Public Expose Virtual, dikutip Medcom.id, Jumat, 10 September 2021.
 
Adi menjelaskan kegiatan penjualan ekspor dilakukan dengan tujuan meningkatkan dan menjaga utilisasi dari pabrik-pabrik perseroan, serta apabila terjadi kelebihan pasokan (over capacity) produksi.
 
Ia mengatakan apabila terjadi over capacity maka ada dua strategi yang dilakukan perusahaan yakni mengoptimalisasi portofolio pasar dan portofolio produk. Untuk portofolio pasar, apabila terjadi over capacity, Semen Indonesia didukung dengan fasilitas pelabuhan di beberapa pabrik yang dimiliki seperti di Padang, Tonasa, Tuban, serta Cilacap.
 
"Itu memungkinkan kita melakukan penjualan ke luar negeri dengan ekspor. Kita memiliki portofolio ekspor di Asia, Australia, juga ke Afrika," tutur Adi.
 
Adapun untuk portofolio produk, Semen Indonesia mengoptimalkan dengan pengembangan berbagai macam produk mulai dari kualitas premium hngga yang ekonomis untuk berbagai tingkatan pelanggan.
 
"Dengan cara itu kita bisa mengoptimalisasi penjualan di domestik untuk semen di berbagai segmen pelanggan," jelas Adi.
 
Sebagai catatan, volume penjualan Semen Indonesia pada semester I 2021 meningkat sebesar 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan semester I meningkat 1,2 persen sejalan dengan pertumbuhan volume penjualan.
 
Beban pokok pendapatan juga meningkat 3,7 persen sejalan dengan kenaikan volume penjualan serta peningkatan harga batu bara yang merupakan sumber energi yang memiliki porsi cukup signifikan.
 
Semen Indonesia berupaya menekan pertumbuhan beban usaha serta melaksanakan pengelolaan arus kas yang disiplin dalam rangka mempercepat pelunasan pinjaman dan menurunkan beban keuangan perseroan, sehingga mampu mencatat kenaikan laba bersih sebesar Rp181,7 miliar atau tumbuh 29,7 persen.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEV)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan