Sektor pertanian mulai beradaptasi dengan era 4.0. Hal itu ditandai dengan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) sebagai stimulus untuk menggenjot produktivitas. Sebagai sektor yang vital, pertanian tak boleh terganggu oleh apapun.
"Maka, perbengkelan ini menjadi penting guna pemeliharaan dan perawatan alsintan. Perbengkelan alsintan ini juga sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan petani," kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, dikutip siaran pers, Sabtu, 10 Juli 2021.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menambahkan perbengkelan alsintan untuk mengantisipasi kerusakan yang terjadi dan sebagai upaya perawatan. Di sisi lain, perbengkelan alsintan dimaksudkan untuk terus menjaga produktivitas pertanian dan meningkatkan pendapatan petani.
"Perbengkelan alsintan ini sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional, yaitu menyediakan pangan untuk seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor," kata Ali Jamil.
Sejauh ini, Kementan telah menyalurkan alsintan ke daerah-daerah sentra produksi pangan untuk mendukung budidaya pertanian mereka. Tak hanya itu, dukungan juga diberikan berupa perbengkelan alsintan agar keberlanjutannya dapat terus berlangsung, sehingga memerlukan layanan pemeliharaan, perbaikan, dan penyediaan suku cadang.
"Kegiatan penerapan mekanisasi pertanian memerlukan dukungan perbengkelan yang dalam pelaksanaannya dapat dilakukan oleh lembaga UPJA," ucap Ali Jamil.
Direktur Alsintan Ditjen PSP Kementan Andi Nur Alam Syah melanjutkan, dengan bantuan perbengkelan di bawah pengelolaan UPJA diharapkan ada dua keuntungan yang didapat yakni jaminan keberlanjutan penggunaan alsintan dan menjadi sumber pendapatan UPJA selain dari usaha jasa sewa alsintan, jasa olah tanah dan jasa perbengkelan.
"Bantuan sarana perbengkelan dilakukan melalui pembangunan workshop yang berfungsi sebagai tempat kerja operasional bengkel dan penyimpanan suku cadang alsintan, juga kantor administrasi, alat perbengkelan, genset serta motor roda tiga untuk mobilisasi pelayanan alsintan," kata Andi.
Perbengkelan alsintan di Deli Serdang dibangun di atas areal lahan seluas 10x15 meter. "Bangunan bengkel terdiri dari areal gudang penyimpanan alsintan, kantor dan kamar mandi, ruang suku cadang dan ruang peralatan lainnya," ucap Koordinator UPJA Dos Roha, Tiarma R Sinurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News