Ilustrasi drone. Foto: Getty Images/AFP/Drew Angerer.
Ilustrasi drone. Foto: Getty Images/AFP/Drew Angerer.

Pertamina Pantau Operasi Tambang Pakai Teknologi Pesawat Nirawak

Ade Hapsari Lestarini • 20 Agustus 2021 12:14
Jakarta: PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina mendukung upaya peningkatan eksplorasi dan produksi hulu migas.
 
Dukungan ini dilakukan melalui sinergi bisnis melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja sama dengan PT Pelita Air Services dalam pengembangan Teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) secara daring.
 
"Kerja sama ini adalah sebagai bentuk sinergi untuk peningkatan kompetensi dan sharing pengetahuan terkait UAV yang sudah dilakukan di PT Pertamina (Persero) sebelumnya dan sekarang akan dilakukan oleh fungsi Upstream Innovation Subholding Upstream," jelas VP Upstream Innovation Alpius Dwi Guntara, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 20 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, dengan adanya kerja sama ini akan memberikan peluang kedua belah pihak antara lain kerja sama pengoperasian, pengembangan teknologi hardware and software, pengembangan training centre, dan pengembangan pasar.
 
Hingga saat ini, Subholding Upstream telah melaksanakan 26 proyek yang tersebar di tiga anak usaha hulu yaitu PT Pertamina EP Cepu, PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Energi dengan total area mapping sebesar 29.683 hektare (ha).
 
Guna menunjang update teknologi penggunaan wahana terbaru dan riset terkait sensor hyperspectral, PHE mengembangkan sinergi melalui Teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) bersama Pelita Air Service selama dua tahun.
 
"PHE merupakan salah satu anak perusahaan di Pertamina sudah melakukan teknologi UAV. Melalui kerja sama ini dapat menjadi modal bagi kedua perusahaan dapat berkontribusi bagi Pertamina Grup untuk bisa memetakan aset-asetnya," tambah Plt Direktur Utama PT Pelita Air Service, Affan Hidayat.
 
Adapun kerja sama pengembangan UAV antara PHE dengan Pelita Air Services antara lain sharing knowledge teknologi Unmanned Aerial System (UAS), pendampingan teknikal dan pemanfaatan resources untuk kegiatan pemetaan fotogrametri, inspeksi dan pengawasan udara.
 
Selain itu, dalam kerja sama ini akan dilakukan studi inovasi bersama terkait pengembangan UAS, sensor dan metode baru dalam penggunaan teknologi. Pengembangan UAV yang dilakukan PHE sebagai Subholding Upstream ini juga merupakan implementasi strategi regional pascarestrukturisasi untuk akselerasi sharing knowledge dan pemanfaatan kegiatan pemetaan fotogrametri di seluruh Wilayah Kerja di lingkungan Subholding Upstream.
 
Hal ini mendukung dalam kinerja excellence operation yang juga turut mendukung target produksi nasional minyak sebesar satu juta barel per hari dan gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari pada 2030.
 
"Mengingat kerja sama ini sangat penting, kami sangat berharap semua dukungan yang terlibat, sehingga nantinya akan dapat dilaksanakan transfer knowledge dan terciptanya inovasi baru teknologi UAS di Upstream Innovation," tutup Alpius.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif