Mentan Syahrul Yasin Limpo meninjau kegiatan Merdeka Ekspor (Foto:Dok.Kementan)
Mentan Syahrul Yasin Limpo meninjau kegiatan Merdeka Ekspor (Foto:Dok.Kementan)

Tertinggi, 15 Jenis Komoditas Peternakan Diekspor pada Merdeka Ekspor

Gervin Nathaniel Purba • 17 Agustus 2021 09:28
Jakarta: Menyambut hari Kemerdekaan ke-76 RI, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar kegiatan Merdeka Ekspor. Kegiatan ini ditandai dengan pelepasan ekspor komoditas pertanian dari 17 pintu pengeluaran di 17 provinsi.
 
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan mengambil bagian dalam kegiatan Merdeka Ekspor tersebut. Ditjen PKH mencatat komoditas peternakan berkontribusi tinggi dalam volume dan nilai ekspor pada 2021.
 
Direktur Jenderal PKH Kementan Nasrullah menjelaskan kontribusi komoditas peternakan dan kesehatan hewan menempati posisi kedua setelah komoditas Perkebunan dalam kegiatan Merdeka Ekspor 2021.
 
"Dalam kegiatan Merdeka Ekspor periode 9-14 Agustus 2021, komoditas peternakan dan kesehatan hewan yang diekspor sebesar 4.012 ton senilai Rp293 miliar," ujar Nasrullah.
 
Produk peternakan dan kesehatan hewan dilepas di tujuh pintu pengeluaran dengan 15 jenis komoditas. Jenis komoditas itu terdiri atas washed duck feather, daging ayam olahan, duck down jacket, pet food, tanduk rusa, cacing nipah, madu konsumsi, ayam potong, sarang burung walet, produk olahan susu, pakan ternak, premiks, serangga, dan produk susu.
 
Pada rangkaian kegiatan tersebut Ditjen PKH juga menggelar booth yang mengangkat tema Kinerja Ekspor dan Kinerja Makro Peternakan dan Kesehatan Hewan.
 
Tertinggi, 15 Jenis Komoditas Peternakan Diekspor pada Merdeka Ekspor 
 
Booth PKH ini menampilkan komoditas peternakan dan kesehatan hewan yang telah diekspor, seperti olahan ayam (nugget dan sosis), olahan sapi (sosis), makanan siap saji, susu, telur asin, pakan ternak, berbagai obat hewan, serta dummy kelinci.
 
"Booth ini kami sediakan dalam rangka mendukung kegiatan Merdeka Ekspor yang akan dilakukan serentak pada hari ini," ujar Nasrullah.
 
Pada sisi lain, kinerja makro subsektor peternakan dan kesehatan hewan 2021 juga meningkat. PDB subsektor peternakan pada triwulan II 2021 (YoY) tumbuh sebesar 7,07 persen. Hal ini didorong oleh meningkatnya produksi unggas akibat tingginya permintaan di dalam negeri maupun ekspor.
 
Tertinggi, 15 Jenis Komoditas Peternakan Diekspor pada Merdeka Ekspor
 
Dari sisi investasi, penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada triwulan I 2021 (YoY) juga tumbuh 86,10 persen (dari Rp467.525,3 juta menjadi Rp869.950,8 juta). Sedangkan penanaman modal asing (PMA) mengalami penurunan 31,50 persen (dari USD1.498,0 ribu menjadi USD1.026,6 ribu).
 
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai tukar petani peternakan (NTPT) pada Juli 2021 sebesar 101,00 atau tumbuh sebesar 0,84 persen dibandingkan NTPT pada bulan Juni 2021 yang sebesar 100,16.
 
Ekspor subsektor peternakan pada semester II 2021 (YoY) untuk volumenya juga tumbuh sebesar 9,51 persen (dari 145.329 ton menjadi 159.153 ton) dan nilainya tumbuh 30,03 persen (dari USD390.550 ribu menjadi USD507.815 ribu).
 
"Kalau sektor tenaga kerja subsektor peternakan pada 2019 ada sebanyak 4.483.213 orang. Lalu pada 2020 sebanyak 4.590.896 orang. Ini tumbuh 2,40 persen," kata Nasrullah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan