Ilustrasi. Foto: dok MI/Depi Gunawan.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Depi Gunawan.

Kenaikan Harga Tempe-Tahu Belum Berpengaruh di Inflasi Desember 2020

Ekonomi Inflasi BPS harga kedelai
Eko Nordiansyah • 04 Januari 2021 14:05
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kenaikan harga tempe dan tahu belum memberikan andil yang besar terhadap inflasi pada Desember 2020. Padahal, para produsen tempe tahu mengeluh adanya kenaikan harga kedelai sejak akhir tahun lalu.
 
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan komoditas tahu memang mengalami inflasi 0,06 persen pada Desember 2020. Sementara untuk tempe, tercatat mengalami inflasi yang sedikit lebih rendah yaitu 0,05 persen.
 
"Namun demikian kedua komoditas tersebut memberikan andil yang sangat kecil terhadap inflasi nasional," kata dia dalam video conference di Jakarta, Senin, 4 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) sebelumnya mengaku bakal melakukan penyesuaian harga tahu dan tempe dengan harga kedelai impor. Bahkan dalam beberapa hari lalu, tahu dan tempe langka akibat produsen mogok.
 
Menurut Gakoptindo, harga kedelai impor di tingkat perajin mengalami penyesuaian dari Rp9.000 per kilogram (kg) pada November 2020 menjadi Rp9.300 hingga Rp9.500 per kg pada Desember 2020, atau mengalami kenaikan sekitar 3,33 persen sampai 5,56 persen.
 
Namun begitu, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto menyatakan stok kedelai cukup untuk kebutuhan industri tahu dan tempe nasional. Oleh karena itu, Kemendag menjamin tahu dan tempe tetap tersedia di masyarakat.
 
Suhanto menyampaikan berdasarkan data Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (Akindo), saat ini para importir selalu menyediakan stok kedelai di gudang importir sebanyak 450 ribu ton.
 
"Apabila kebutuhan kedelai untuk para anggota Gakoptindo sebesar 150 ribu ton hingga 160 ribu ton per bulan, maka stok tersebut seharusnya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan dua sampai tiga bulan mendatang," tutur dia. 
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif