Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki. FOTO: Kemenkop UKM
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki. FOTO: Kemenkop UKM

Teten: Vaksinasi Booster bagi UMKM untuk Pulihkan Ekonomi

Antara • 23 Februari 2022 12:46
Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pelaksanaan vaksinasi booster yang dilakukan Grab Indonesia kepada ratusan ribu pengemudi serta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diperlukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Saat ini, pemerintah disebut menyediakan stok vaksin hingga 100 juta dosis.
 
"Pemberian vaksinasi sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi covid-19," kata Teten, dikutip dari Antara, Rabu, 23 Februari 2022.
 
Pemerintah memprioritaskan vaksinasi demi memperbanyak jumlah masyarakat yang divaksin kedua atau ketiga sehingga berimbas kepada pertumbuhan ekonomi ke depan. Semakin tinggi upaya pemerintah menangani covid-19, maka semakin baik perekonomian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengharapkan agar pelbagai komponen dalam masyarakat dapat melakukan vaksinasi booster. Sesuai arahan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dikatakan kasus covid-19 varian Omicron sedang tinggi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
 
Karena itu, vaksinasi diharapkan dapat mengendalikan penyebaran virus itu agar pemulihan ekonomi dapat tercapai pada Maret 2022. "Senang sekali kerja sama vaksinasi Grab ini terutama diberikan kepada pelaku UMKM. Di masa pandemi (covid-19), penggerak ekonomi itu ada di UMKM," ujar Menkop.
 
Di sisi lain, UMKM di Indonesia khususnya pedagang warung atau toko kelontong makin berkembang pesat dalam beberapa tahun ini walaupun di masa pandemi covid-19. Untuk memaksimalkan pertumbuhan, diharapkan pemerintah dan pihak terkait lainnya terus memberikan dukungan.
 
Menurut data yang dirilis UMKM Indonesia, sektor UMKM termasuk toko kelontong telah berkontribusi dan menyumbang Pendapatan Domestik Bruto (PDB) rata-rata sekitar 57,8 persen per tahun atau sekitar Rp8 ribu triliun. Diharapkan kontribusi tersebut bisa terus meningkat di masa mendatang.
 
Dengan jumlah warung atau toko kelontong sekitar 3,6 juta yang tersebar di 34 provinsi Indonesia, kehadiran warung atau toko kelontong membawa dampak positif terhadap roda perekonomian nasional, dan sekaligus warung atau toko kelontong menjadi fenomena bisnis mikro yang prospektif di Indonesia.
 
Direktur PT Sumber Trijaya Lestari (Aksesmu) Hans Harischandra T mengatakan UMKM terutama warung atau toko kelontong diharapkan terus mendapatkan dukungan penuh agar bisa maksimal berkontribusi terhadap perekonomian. Dirinya mengaku Aksesmu turut memberikan dukungan sebagai mitra pedagang warung atau toko kelontong.
 
"Dengan dukungan penuh dari para mitra pemasok nasional maupun lokal, berkomitmen untuk mendistribusikan barang dagangan kebutuhan warung atau toko kelontong kepada seluruh mitra outlet binaan Aksesmu yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Hans.
 
Ia mengatakan Sumber Trijaya Lestari sebagai manajemen pengelola Aksesmu berkomitmen dalam pengembangan bisnis dan pemberdayaan UMKM di Indonesia, khususnya pedagang warung atau toko kelontong dengan memberikan akses kemudahan bagi mitra outlet binaan Aksesmu mendapatkan beragam produk warung dengan harga bersaing dan layanan pengiriman gratis.
 
"Sesuai dengan misi yaitu menjalin kemitraan usaha yang saling menguntungkan, efisien, dan efektif dalam ekosistem distribusi produk kebutuhan usaha mikro dan kecil," pungkasnya.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif