Mahasiswi UGM Bahana Aslamabel saat menjadi Direktur Utama Pupuk Indonesia. Foto: dok Pupuk Indonesia.
Mahasiswi UGM Bahana Aslamabel saat menjadi Direktur Utama Pupuk Indonesia. Foto: dok Pupuk Indonesia.

Pupuk Indonesia Dorong Talenta Perempuan Bangun Budaya Korporasi

Ekonomi pupuk subsidi pupuk indonesia Erick Thohir Talenta Digital
Husen Miftahudin • 20 April 2022 22:12
Jakarta: Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mendukung program Girls Take Over yang dicanangkan Menteri BUMN Erick Thohir. Program ini menjadi dukungan perusahaan pada talenta perempuan dan generasi muda dalam membangun budaya korporasi.
 
"Pupuk Indonesia berkomitmen untuk mensukseskan program Menteri BUMN Erick Thohir dalam mendorong talenta-talenta perempuan dan generasi muda untuk menjadi pemimpin di lingkungan BUMN," kata Bakir dalam keterangan tertulis, Rabu, 20 April 2022.
 
Girls Take Over merupakan kegiatan yang memberi kesempatan kepada perempuan dan generasi muda sehari menjadi pemimpin di BUMN. Program ini digerakkan oleh Forum Human Capital Indonesia serta komunitas Srikandi BUMN dan BUMN Muda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan sebanyak 25 persen kursi kepemimpinan di BUMN terisi oleh wanita pada 2023. Hal itu dilakukan dalam rangka transformasi human capital di BUMN.
 
"Ini untuk mencapai kesetaraan gender di Indonesia serta menyeimbangkan komposisi kepemimpinan yang berujung pada tercipta iklim perusahaan yang lebih baik," tegas Erick.
 
Dalam program ini, mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) Bahana Aslamabel berkesempatan menjadi Direktur Utama Pupuk Indonesia menggantikan Bakir Pasaman. Ia meninjau sistem digitalisasi pengawasan penyaluran pupuk subsidi milik Pupuk Indonesia.
 
"Sangat menarik sekali bisa mengetahui peran yang luar biasa dari Pupuk Indonesia grup dalam mendukung ketahanan pangan dan industri nasional," ungkap Abel.
 
Setelah mendapat bekal informasi perusahaan Pupuk Indonesia, Abel juga akan menerima laporan terkait beberapa program bahkan sistem yang dijalankan perusahaan seperti green industry cluster, Distribution Planning and Control System (DPCS), program Makmur, hingga mengenai Indonesia Fertilizer Research Institute (IFRI).
 
Sebelum memimpin rapat, Abel menyempatkan diri untuk meninjau sistem digitalisasi khususnya Distribution Planning and Control System (DPCS). Menurut dia sistem yang sudah diimplementasikan sejak 2020 ini sangat mampu mengawasi teknis penyaluran pupuk subsidi secara real time.
 
Lebih lanjut Abel mengatakan DPCS juga dapat mengawasi proses distribusi dari gudang produsen hingga kios-kios resmi. Bahkan DPCS mampu mengetahui jumlah stok saat dalam perjalanan (intransit), baik darat maupun saat di pelabuhan.
 
"DPCS ini sangat bagus sekali, karena bisa memantau sistem distribusi yang sangat kompleks dan menyajikan data dan informasinya ke dalam satu platform digital secara real time," pungkas Abel.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif