Ilustrasi harga bahan pokok di pasar tradisional - - Foto: dok MI
Ilustrasi harga bahan pokok di pasar tradisional - - Foto: dok MI

Begini Cara Kemenkeu Kontrol Inflasi RI

Antara • 18 Mei 2022 14:14
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus memantau stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok dan energi seiring terjadinya disrupsi perdagangan global. Pemantauan secara rutin tersebut guna mengontrol tingkat inflasi dalam negeri.  
 
“Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menjaga kestabilan harga dan kecukupan ketersediaan kebutuhan pangan pokok dan energi,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu, Rabu, 18 Mei 2022.
 
Febrio menyatakan langkah itu harus dilakukan mengingat lonjakan kenaikan harga komoditas khususnya energi dan pangan berpotensi mendorong kenaikan inflasi Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia memastikan berbagai upaya telah dilakukan pemerintah termasuk memberikan bantalan kebijakan berupa bantuan sosial minyak goreng untuk kelompok berpendapatan rendah.
 
Pelemahan kinerja ekonomi global termasuk yang terkait dengan lonjakan harga komoditas merupakan dampak dari konflik antara Rusia dan Ukraina.
 
Di sisi lain, meski disrupsi perdagangan global menekan laju pemulihan ekonomi namun ternyata Indonesia juga mendapat dampak positif dari kenaikan harga komoditas global.
 
Ekspor Indonesia pada April 2022 tercatat sebesar 27,32 miliar dolar AS atau tumbuh sebesar 47,76 persen (yoy) dengan migas tumbuh 48,92 persen (yoy) dan nonmigas 47,7 persen (yoy).
 
Tak hanya itu, ekspor sektor manufaktur yang merupakan komponen penyumbang tertinggi ekspor nonmigas pun tumbuh secara konsisten yaitu 27,92 persen (yoy).
 
Menurut Febrio, manufaktur adalah sektor yang memiliki nilai tambah tinggi dalam perekonomian terutama dari sisi penciptaan lapangan kerja.
 
Oleh sebab itu, arah kebijakan pemerintah akan terus menggalakkan ekspor yang bernilai tambah tinggi dengan hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia seperti besi, baja dan feronikel.
 
Sementara prioritas hilirisasi SDA pemerintah adalah tambang serta mineral yaitu nikel hidrat, besi dan baja, CPO yaitu margarin dan sabun mandi), migas sekaligus Batubara yaitu etilena, propilena dan lain-lain.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif