Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Kejayaan Kopi Sidikalang Harus Dikembalikan

Antara • 21 September 2021 14:41
Medan: Bupati Dairi, Sumatra Utara (Sumut) Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan kejayaan kopi Sidikalang harus dikembalikan dan untuk semua pemangku kepentingan di daerah itu harus bekerja keras agar harapan tersebut dapat diwujudkan. Harapannya bisa berdampak positif terhadap perekonomian.
 
"Kita harus mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang sehingga akan kembali dikenal di tingkat nasional maupun mancanegara. Kopi Sidikalang salah satu masuk dalam on Board Beli Kreatif Danau Toba," katanya, di Sidikalang, dilansir dari Antara, Selasa, 21 September 2021.
 
Ia mengatakan Kabupaten Dairi merupakan daerah dataran tinggi dengan 53,85 persen wilayahnya memiliki jenis tanah liparit yang sangat baik untuk perkebunan kopi. Petani kopi Dairi juga mempunyai pengalaman dan keterampilan yang sangat baik diturunkan sebagai warisan budaya.

"Petani kopi kita mempunyai pengalaman dan keterampilan dalam mengelola warisan budaya ini. Untuk itu Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Dairi mendorong kemudahan akses modal bagi seluruh petani," ucapnya.
 
Dirinya menyampaikan bahwa pertumbuhan kopi relatif stag dalam beberapa tahun belakangan ini dan tindakan yang dilakukan adalah melakukan peremajaan dan menambah lahan dan tanaman kopi di Dairi. Tanaman Kopi di Dairi dibagi dua kluster yakni Kopi Rubusta dan Arabika serta Pemkab Dairi menargetkan dalam lima tahun ini lima ribu hektare ada tanaman baru.
 
"Belakangan ini juga banyak anak-anak muda Sidikalang terinspirasi, mereka banyak menekuni bagian hilir dari kopi seperti coffe shop, belajar barista, Q Greading, dan asosiasi banyak membantu para anak muda untuk menumbuhkan namun di hulunya belum menarik bagi anak-anak muda," ucapnya.
 
Ia mengatakan tanaman kopi Sidikalang pada umumnya masiah dijual dalam bentuk green bean (produk baku). Bentuk bubuk masih sedikit dan melihat situasi tersebut Pemkab Dairi berusaha meningkatkan kemampuan
 
untuk memproses kopi dengan teknologi baru seperti kopi kapsul yang lagi tren di kota-kota besar, kopi tersebut bisa disimpan lebih lama dengan nilai tambah yang lebih besar.
 
Namun karena keterbatasan diakibatkan covid-19, Pemkab Dairi mencoba merangkul swasta untuk bersama-sama mengembangkan dan mengadopsi produksi kopi dan hilirisasi kopi dengan menginisiasi berdirinya koperasi kopi yang didalamnya para penggiat kopi.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan