"PLN terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pelayanan, baik dalam keandalan jaringan maupun penguatan penyediaan pasokan listrik," kata General Manager PLN UIW Babel Ajrun Karim di Pangkalpinang, Rabu, 28 Desember 2022.
Ia mengatakan, untuk saat ini masyarakat tidak perlu risau dan khawatir kekurangan pasokan listrik karena PLN telah berhasil menyambungkan jaringan interkoneksi Sumatra-Bangka.
"Pada awal Desember 2022 kita sudah berhasil mengoperasikan sirkit III jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan Sumatra-Bangka. Dengan adanya dukungan ini maka pasokan listrik akan semakin andal dari sistem kelistrikan Sumatra," kata Ajrun.
Menurut dia, interkoneksi bertegangan 150 kiloVolt (kV) ini, dipastikan akan semakin memperkuat keandalan pasokan listrik di Pulau Bangka.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto menyatakan rasa terima kasih kepada PLN UIW Babel dan PLN UIP Sumatera Bagian Selatan yang telah menjalankan pengoperasian kabel listrik bawah laut terpanjang di Indonesia ini dengan baik dan lancar.
Interkoneksi ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan keandalan listrik, tetapi juga menurunkan biaya pokok penyediaan ketenagalistrikan dan lebihnya difungsikan untuk mendorong perekonomian masyarakat, khususnya Pulau Bangka.
"Kabel bawah laut terpanjang di Indonesia dengan panjang 36 kilometer ini akan membawa dampak yang baik bagi pertumbuhan ekonomi di Bangka. Interkoneksi ini diharapkan tak hanya mampu meningkatkan keandalan listrik tetapi juga dapat mengurangi pembangkit berbahan bakar minyak dan berpeluang menambah potensi pelanggan yang ada," kata Wiluyo.
| Baca juga: Jaga Kelistrikan, PLN Kerahkan 4.910 Personil Siaga Cuaca Ekstrem |
Sebelumnya PLN mengoperasikan kabel bawah laut line ketiga, sekarang dengan pemberian tegangan line kedua interkoneksi kabel bawah laut 150 kV Sumatra-Bangka ini akan memberikan tambahan daya sebesar 200 Megawatt (MW) ke arah Bangka dan akan dinaikkan terus secara bertahap.
"Saat ini kita mengoperasikan transfer kabel sebesar 82 MW dan akan dinaikkan bertahap seiring penambahan pelanggan di pulau Bangka," katanya.
Pengoperasian sistem interkoneksi ini juga sejalan dengan komitmen PLN dalam mengurangi emisi karbon.
Dengan sistem interkoneksi ini, PLN semakin mantap untuk menonaktifkan secara bertahap pembangkit listrik berbahan bakar minyak yang ada di Bangka sehingga dapat lebih cepat dalam memenuhi target nol emisi karbon.
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News