Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Pedagang Pasar Resah Imbas Daya Beli yang Melemah

Eko Nordiansyah • 03 Oktober 2022 20:38
Jakarta: Jumlah pengunjung pasar tradisional masih belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini terjadi akibat tidak stabilnya harga-harga barang di pasar, termasuk juga dampak dari kenaikan harga BBM yang belum lama ini ditetapkan sehingga mempengaruhi nasib pedagang.
 
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Mujiburrohman mengatakan, kendala yang dihadapi pedagang pasar ini telah dialami selama setahun terakhir. Bahkan jauh sebelum kenaikan harga BBM terjadi, keadaan pasar sudah memprihatinkan.
 
"Pandemi sudah mereda, tapi kedatangan pengunjung ke pasar masih belum membaik juga. Sekarang pasar sudah sepi mulai dari jam dua, padahal masih banyak barang yang belum habis terjual," kata dia kepada wartawan di Jakarta, Senin, 3 Oktober 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mujiburrohman menyoroti sepinya pasar dipicu oleh lemahnya daya beli masyarakat dan ketidakstabilan harga. Kondisi ini disebabkan oleh kenaikan harga bahan pokok dan BBM.
 
Ketua Bidang Organisasi Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Don Muzakir mengatakan saat ini pedagang pasar masih berusaha bangkit agar omzetnya kembali pulih. Apalagi setelah pandemi covid-19 melanda lebih dari dua tahun ini.
 
Namun, apabila pasar masih terus alami penurunan pengunjung sampai tahun depan, banyak pedagang yang dapat mengalami kerugian, bahkan sampai gulung tikar. Kondisi ini menurutnya, tentu akan mengkhawatirkan bagi para pedagang pasar.
 
"Pembeli adalah sumber pendapatan pedagang pasar. Kalau kondisi masih belum stabil, pasar masih sepi, kami jadi takut menghadapi kondisi selanjutnya akan seperti apa. Apakah kami masih bisa berjualan atau tidak kedepannya," ucapnya.
 
Baca juga: Inflasi Terkendali, KSP: Harga Pangan Relatif Aman

 
Melihat kondisi yang terjadi, APPSI meminta pemerintah  dapat menetapkan kebijakan yang tepat agar tidak menekan pedagang pasar. Termasuk kebijakan kenaikan cukai rokok yang merugikan pedagang, karena omzet pedagang pasar banyak berasal dari rokok.
 
"Oleh karena itu, kami meminta pemerintah untuk memperhatikan pedagang pasar dengan mengkaji ulang kebijakan yang akan diterapkan, seperti kebijakan kenaikan cukai rokok," ujar Mujiburrohman.
 
Saat ini APPSI terus menjaring suara para pedagang pasar terkait kenaikan harga bahan pokok, salah satunya melalui petisi online. Petisi ini diharapkan menjadi sarana menyalurkan suara hati pedagang pasar kepada pemerintah.
 
(END)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif