Sentra UMKM di Terminal 3 Bandara Soetta. Foto: Dok. AP II
Sentra UMKM di Terminal 3 Bandara Soetta. Foto: Dok. AP II

AP II Dukung Pengembangan UMKM di Bandara

Ekonomi angkasa pura ii bandara soetta UMKM
Suci Sedya Utami • 11 Januari 2021 19:10
Jakarta: PT Angkasa Pura II (Persero) menyiapkan sejumlah program untuk mendorong pengembangan produk dalam negeri serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satunya melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).
 
Bandara Soekarno-Hatta yang dikelola AP II menjadi salah satu lokasi tempat peluncuran Gernas BBI oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
 
Sejumlah booth dan showcase dibangun di area kedatangan domestik Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta untuk mempromosikan produk-produk dalam negeri, khususnya karya UMKM dari sejumlah provinsi.
 
"Sektor transportasi mendukung pengembangan UMKM dan produk-produk dalam negeri. Gerakan Bangga Buatan Indonesia pada hari ini diluncurkan di tiga lokasi yaitu Bandara Ngurah Rai di Bali, Bandara NYIA di Yogyakarta, dan Bandara Soekarno-Hatta di Banten. Pada 17 Januari akan dilaksanakan di Stasiun Gambir, Jakarta,” ujar Budi di Bandara Soetta, Senin, 11 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, Bandara Soekarno-Hatta merupakan lokasi yang tepat dalam mempromosikan produk dalam negeri karya UMKM.
 
“Setiap harinya pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta sekitar 200 ribu orang sehingga menjadi lokasi yang tepat untuk mempromosikan produk-produk dalam negeri kepada masyarakat luas," ujarnya.
 
Di Bandara Soekarno-Hatta, AP II juga menyiapkan satu lokasi khusus untuk pengembangan UMKM yakni di area small, micro & medium business incubator with learning and experience center (SMMILE center) yang terletak di Plaza Terminal 3. Di SMMILE center, pengembangan UMKM dilakukan mulai dari inkubasi, pelatihan, hingga pembiayaan.
 
Selain itu, AP II menyiapkan sekitar 100 ruang usaha bagi UMKM di 19 bandara perseroan dengan tarif sewa khusus 50 persen dari biaya normal.
 
“Kami berharap program ini dapat mendukung UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia,” pungkas Awaluddin.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif