Kementerian Sosial memberikan apresiasi kepada PT Pos Indonesia yang telah berkomitmen turut menyukseskan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) selama pandemi covid-19 (Foto:Dok)
Kementerian Sosial memberikan apresiasi kepada PT Pos Indonesia yang telah berkomitmen turut menyukseskan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) selama pandemi covid-19 (Foto:Dok)

Kemensos Apresiasi PT Pos Indonesia dalam Menyalurkan Bansos

Ekonomi Berita Kemensos
Gervin Nathaniel Purba • 28 Mei 2020 23:22
Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan apresiasi kepada PT Pos Indonesia yang telah berkomitmen turut menyukseskan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) selama pandemi covid-19. Pos Indonesia memiliki metode khusus agar BST cepat tersalurkan dan sesuai protokol kesehatan.
 
Ada tiga metode yang dilakukan. Pertama, PT Pos Indonesia memberikan layanan di kantor pos. Kedua, dilakukan secara masif berbasis komunitas. Ketiga, bantuan diberikan langsung dengan mendatangi setiap rumah keluarga penerima manfaat (KPM).
 
Pada metode kedua, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Asep Sasa Purnama menjelaskan, penyaluran BST dilakukan di kantor desa, kelurahan, kecamatan, dan kadang di gedung sekolah. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi penumpukan KPM pada satu titik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ingin mendekatkan layanan jangkauan KPM, sehingga memudahkan akses bantuan," kata Asep, dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis, 28 Mei 2020.
 
Sementara pada metode ketiga, KPM yang dituju ialah KPM berkebutuhan khusus. Misalnya, lansia dan penyandang disabilitas. PT Pos Indonesia proaktif mengirim bantuan ke masing-masing rumah.
 
Vice President Penyaluran Dana PT Pos Indonesia Haris mengatakan tugas ini merupakan amanah mulia bagi PT Pos Indonesia. Pihaknya bekerja sekuat tenaga agar BST disalurkan dengan benar dan tepat sasaran.
 
"Ada teman-teman kami bekerja hingga dini hari agar target selesai sebelum Idulfitri cepat terselesaikan. Kami memanfaatkan gedung sekolah, kantor kecamatan, dan kantor desa untuk menambah titik layanan," kata Haris.
 
Kemensos Apresiasi PT Pos Indonesia dalam Menyalurkan Bansos
 
Selain PT Pos Indonesia, Kemensos juga turut memberikan apresiasi kepada Himpunan Bank Himbara yang juga turut membantu menyalurkan bansos. Secara keseluruhan, penyaluran bansos berjalan baik dan mematuhi protokol kesehatan.


Progres Penyaluran Bansos


Penyaluran BST ditujukan untuk sembilan juta KPM di seluruh wilayah Indonesia, kecuali DKI Jakarta. Dalam proses penyalurannya, Kemensos dibantu Himbara dan PT Pos Indonesia sebagai mitra penyalur.
 
Hingga saat ini, Himbara yang terdiri dari Bank Mandiri, BNI, BTN dan BRI sudah menyalurkan BS kepada 753.998 KPM. Sisanya, sekitar 8,2 juta lebih KPM akan disalurkan melalui Pos Indonesia.
 
"Adapun pencapaian realisasi, untuk BST direncanakan Minggu bisa gapai 8,32 juta KPM, sehingga target dapat terlampaui karena selama beberapa hari ini terus mendapat update data dari daerah. Data kami miliki dari Pusdatin 8,7 juta KPM, sehingga ada beberapa disempurnakan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, Juni, target sembilan juta terpenuhi," kata Asep Sasa Purnama.
 
Di satu sisi, Asep menjelaskan seharusnya target 8,3 juta itu diselesaikan sebelum Idulfitri. Namun, nyatanya tidak terselesaikan. Menurutnya, ada beberapa KPM yang ingin mengambil BST setelah Idulfitri.
 
"Ada KPM yang minta dicairkannya setelah Idulfitri. Kantor pos tidak bisa berbuat apa-apa," ujar Asep.
 
Kemensos Apresiasi PT Pos Indonesia dalam Menyalurkan Bansos
 
Sementara untuk program sembako, realisasi penyaluran pada Mei ini diharapkan bisa mencapai 95 persen. Program bantuan reguler ini ditujukan untuk 20 juta KPM.
 
"Ada sekitar dua juta perluasan karena KPM ini tengah dilakukan migrasi. Semula, KPM ini dibawah kendali BNI dan retribusi ke bank himbara lain. Prosesnya InsyaAllah akhir Mei target tercapai. Kami ucapkan terima kasih kepada Himbara yang telah mengawal program sembako," ujarnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos Pepen Nazaruddin menyampaikan penyaluran program keluarga harapan (PKH) untuk pembayaran pada April dan Mei sudah 100 persen terbayarkan dengan target 10 juta KPM.
 
Untuk bansos sembako wilayah DKI Jakarta dan Bodetabek tahap I sudah 100 persen tersalurkan. Lalu, tahap kedua berupa beras disalurkan melalui Perum Bulog juga sudah terselarukan 100 persen untuk Jabodetabek.
 
Pada tahap III yang sekarang sedang dilaksanakan hingga 1 Juni sudah berjalan 70 persen. Diharapkan dalam waktu dekat bisa selesai mencapai target sebelum masuk penyaluran tahap IV.
 
"Semua berjalan baik. Terutama mematuhi protokol kesehatan. Kami juga ucapkan terima kasih kepada Himbara yang telah menyalurkan PKH dan PT Pos Indonesia membantu distribusikan sembako," ujar Pepen.
 

(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif