Ilustrasi. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Ilustrasi. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Aturan Main dari Kemenhub Berdampak Positif bagi Mitra Ojek Online

Ekonomi Kementerian Perhubungan ojek online
Eko Nordiansyah • 08 September 2020 20:05
Jakarta: Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat dinilai membawa dampak positif bagi mitra pengemudi ojek online. Aturan ini mendorong peningkatan aspek keselamatan.
 
Berdasarkan survei Research Institute of Socio-Economics Development (RISED), pemenuhan hak mitra adalah salah satu aspek yang paling penting dalam Permenhub tersebut. Pasalnya, keberadaan peraturan ini telah memastikan terpenuhinya unsur keadilan terutama dalam hal sistem suspensi.
 
"Aturan main yang jelas dan pemenuhan hak mitra adalah hal yang mutlak harus ditaati oleh perusahaan aplikasi untuk melindungi tidak hanya mitra, namun juga pengguna jasa. Dampak positif keberadaan aturan ini juga merupakan bentuk kehadiran negara yang memastikan pemenuhan hak mitra driver dan keberlangsungan industri transportasi online," kata Ketua Tim Peneliti RISED Rumayya Batubara dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 8 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, model kemitraan dan suspensi ini termasuk salah satu materi utama yang sering diutarakan mitra driver roda dua selain tarif. Oleh karena itu, tingginya kepercayaan mitra pengemudi dari para aplikator, baik Gojek maupun Grab, bahwa peraturan tersebut telah menciptakan sistem yang adil untuk mereka tentunya menjadi dampak positif yang patut diapresiasi.
 
Selain menunjukkan sistem yang lebih adil dan transparan, survei yang dilakukan kepada 3.200 mitra roda dua Grab dan Gojek di 16 kota besar termasuk Jabodetabek, Palembang, Surabaya dan Makassar, tersebut juga menunjukkan fakta lain. Salah satunya adalah bahwa sistem suspensi yang ada membuat para mitra pengemudi roda dua merasa lebih tenang dalam menjalankan order.
 
Dalam hal ini, kepercayaan yang tinggi pada sistem suspensi yang diterapkan aplikator ditunjukkan oleh mitra pengemudi roda dua Gojek (78 persen) dibandingkan dengan mitra pengemudi roda dua Grab (62 persen). Selain itu, mitra roda dua Gojek juga lebih banyak yang memahami fasilitas naik banding (appeal) yang disediakan aplikator sebesar 96 persen sementara mitra Grab sebesar 85 persen.
 
Kemudian, para mitra pengemudi dari kedua aplikator juga mengakui jika potensi kecurangan yang muncul dari sistem suspensi yang diterapkan para aplikator semakin kecil seiring perbaikan sistem yang dilakukan. Sehingga mereka merasa yakin dapat memperoleh penghasilan yang lebih adil.
 
Hal ini salah satunya ditunjukkan dengan diambilnya tindakan yang tegas oleh pihak aplikator terhadap fake GPS, aplikasi mod, ataupun root HP. Dalam hal ini, kepercayaan yang tinggi ditunjukkan oleh mitra Gojek (86 persen) yang merasa aplikator sangat tegas dalam menindak kecurangan terkait penggunaan aplikasi mod dan root HP, di mana angka tersebut tercatat lebih tinggi dibanding kepuasan yang disampaikan mitra pengemudi Grab (72 persen).
 
Selain itu, mitra pengemudi roda dua juga merasa adanya pertemuan tatap muka langsung membuat mereka lebih nyaman dalam berkomunikasi dengan pihak aplikator. Adanya pertemuan ini terutama untuk menyampaikan informasi terkait perbaikan sistem suspensi.
 
"Riset ini kami pandang perlu dilakukan sebagai bentuk refleksi terhadap bagaimana pemerintah menyikapi gejolak yang ada di industri transportasi daring ini. Peraturan yang adil dan bisa menguntungkan kedua belah pihak kami percaya bisa membantu industri ini berkembang dan memberikan sumbangan positif terhadap ekonomi bangsa," pungkas Rumayya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif