Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: dok MI
Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: dok MI

BI Proyeksi Penjualan Eceran April 2020 Jeblok Imbas Covid-19

Ekonomi bank indonesia ritel
Husen Miftahudin • 12 Mei 2020 12:52
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat survei penjualan eceran Maret 2020 terindikasi melanjutkan penurunan kinerja. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2020 yang tercatat hanya sebesar 219,9 (yoy) atau anjlok hingga minus 4,5 persen, lebih dalam dibandingkan Februari lalu.
 
Penurunan tersebut bersumber dari kontraksi penjualan yang terjadi pada hampir seluruh kelompok komoditas yang dipantau, kecuali kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tetap solid. Penurunan penjualan eceran terdalam terjadi pada kelompok barang lainnya, khususnya subkelompok sandang sebesar minus 60,5 persen (yoy) dari minus 40,4 persen (yoy) pada Februari 2020.
 
Pada April 2020, penjualan eceran diprakirakan semakin terkontraksi. Hal ini tercermin dari prakiraan pertumbuhan IPR April 2020 yang hanya sebesar 202,2 atau turun minus 11,8 persen (yoy), lebih dalam dari minus 4,5 persen (yoy) di Maret 2020. Kontraksi penjualan terjadi pada seluruh kelompok komoditas yang disurvei.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penurunan terdalam terjadi pada kelompok barang lainnya, khususnya subkelompok sandang yang diprakirakan jeblok hingga minus 67,3 persen (yoy) atau lebih dalam dari minus 60,5 persen (yoy) pada Maret 2020.

 
"Responden menyampaikan penurunan penjualan sejaland dengan penurunan permintaan dan kebijakan pembatasan sosial akibat meluasnya dampak covid-19 di April 2020," ungkap siaran pers Bank Indonesia yang dikutip dari laman resmi BI, Selasa, 12 Mei 2020.
 
Adapun pada kuartal I-2020 penjualan eceran terindikasi mengalami kontraksi. Hasil survei menunjukkan rata-rata IPR kuartal I-2020 mengalami penurunan hingga minus 1,9 persen (yoy) dari 1,5 persen (yoy) pada kuartal IV-2019 dan 8,8 persen (yoy) pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.
 
Penurunan terutama terjadi pada penjualan sub kelompok komoditas sandang sebesar minus 42,8 persen, lebih dalam dari minus 5,8 persen (yoy) pada kuartal IV-2019 dan 34,3 persen (yoy) pada kuartal yang sama tahun lalu.
 
Hasil survei bank sentral juga mengindikasikan tekanan harga di tingkat pedagang eceran akan mengalami penurunan pada tiga dan enam bulan mendatang (Juni dan September 2020). Penurunan tekanan harga tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni 2020 sebesar 160,7 atau lebih rendah dibandingkan 173,0 pada Mei 2020 seiring dengan prakiraan penurunan permintaan.
 
"Sementara itu, tekanan harga pada September 2020 juga diprakirakan menurun dengan IEH sebesar 153,0 atau lebih rendah daripada 153,7 pada Agustus 2020 sejalan dengan masih terbatasnya daya beli masyarakat," tutup BI.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif