NEWSTICKER
Operasi pasar - - dok Sungai Budi Group
Operasi pasar - - dok Sungai Budi Group

Swasta Ikut Operasi Pasar Tekan Harga Gula

Ekonomi gula operasi pasar
Husen Miftahudin • 19 Maret 2020 19:31
Jakarta: Sejumlah perusahaan ikut mendukung upaya pemerintah dalam menstabilkan harga gula di pasaran. Maklum, harga gula pasir mengalami lonjakan di atas Rp17 ribu per kilogram di pasaran.
 
Salah satunya dilakukan oleh Sungai Budi Group dengan melakukan operasi pasar di berbagai pasar DKI Jakarta. Hari ini, operasi pasar dilaksanakan di Pasar Cengkareng dan Kebayoran Lama dengan jumlah lima ton gula pasir.
 
"Kami menjual harga gula pasir ke masyarakat Rp12.500 per kilogram," ujar Marketing Sungai Budi Group John Adrian dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


John berharap operasi pasar gula pasir tersebut dapat diikuti pedagang pasar dengan menjual sesuai harga acuan tingkat konsumen. "Pemerintah sudah menentukan harga eceren tertinggi Rp12.500 per kilonya. Jadi harapan kami, supaya pedagang di pasar tidak menjual lebih dari harga tersebut," tuturnya.
 
Produsen gula pasir dengan label Rose Brand tersebut akan menggelar operasi pasar selama satu bulan yang bekerja sama dengan Satgas Pangan Mabes Polri dan Kementerian Perdagangan. "Rencana satu bulan operasi pasar, besok di Pasar Petojo dan Kramat Jati. Tapi kalau harga sudah stabil, kami berhenti," ucap John.
 
Dalam menjual gula pasir saat operasi pasar, kata John, perseroan membatasi dua kilogram untuk satu orang. Hal tersebut, dilakukan untuk menghindari praktik menjual kembali.
 
Sebelumnya, Perum Bulog membatasi pembelian gula pasir hanya dua kilogram (kg) per konsumen. Sementara untuk komoditas lainnya, Bulog tidak membatasi jumlah pembelian.
 
"Tidak ada (pembatasan), sebebas mungkin, kecuali gula. Saat ini pasokan masih dalam perjalanan. Hari ini per konsumen (dibatasi) dua kg setiap pembelian," kata Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 18 Maret 2020.
 
Tri mengatakan Bulog sedang menunggu pasokan gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi yang diimpor sebanyak 50 ribu ton guna menstabilisasi harga komoditas tersebut yang saat ini masih terpantau tinggi.
 
Dia mengatakan gula impor tersebut akan masuk dalam dua pekan, untuk kemudian dipasok ke sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta melalui kegiatan operasi pasar.
 
Dalam operasi pasar tersebut, rencananya Bulog akan menjual gula seharga Rp10.500 per kg pada level konsumen. "Nanti kalau barang (gula) Bulog masuk, kita akan jual seharga Rp10.500 per kg, sesuai kesepakatan kami dengan Pemerintah," pungkas Tri.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif