NEWSTICKER
Supermaket. Foto : MI.
Supermaket. Foto : MI.

Pemerintah Diminta Pastikan Masyarakat Mudah Akses Kebutuhan Pokok

Ekonomi kebutuhan pokok virus corona
Annisa ayu artanti • 18 Maret 2020 20:12
Jakarta: Pemerintah diminta mengutamakan kebijakan terkait ketersediaan dan kemudahan akses masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok.
 
Pasalnya, sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga negara Indonesia positif terkena virus korona (covid-19), perekonomian Indonesia mengalami pergerakan yang cukup signifikan. Banyak orang melakukan fenomena panic buying sehingga kesulitan mengkases kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
 
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan mengatakan presiden memang sudah mengeluarkan Keputusan Presiden mengenai Gugus Tugas Penanganan Corona pada Jumat, 13 Maret 2020. Namun, kinerjanya belum terlihat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah harus bisa mengambil sikap dengan membuat kebijakan teknis dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyediakan informasi mengenai virus korona yang lebih terbuka.
 
"Perlu juga dilakukan koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah terkait pelaksanaan teknis atas kebijakan yang ditempuh serta keterbukaan informasi terkait perkembangan kasus dan juga langkah yang diambil oleh pemerintah kepada masyarakat luas. Kurang transparannya informasi mengenai perkembangan kasus ini, salah satunya yang mendorong terjadinya panic buying di tengah masyarakat," kata Pingkan dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 18 Maret 2020.
 
Pingkan juga menjelaskan, adanya sinergi yang baik dari pemerintah pusat dan daerah akanmemitigasi dampak yang timbul di masyarakat ke depannya.
 
"Sinergi dengan pemerintah daerah dan transparansi informasi sangat diperlukan agar masyarakat tidak berspekulasi sendiri dan mendapatkan sumber informasi kredibel terkait covid-19, sehingga dapat memitigasi dampaknya bagi masyarakat baik dari segi kesehatan, ekonomi, maupun aspek-aspek lainnya yang menunjang kemaslahatan hidup bersama," ujar Pingkan.
 
Hari ini melalui keterangan tertulis, Perum Bulog (Persero) menjamin pasokan pangan aman selama masa penanganan penyebaran pandemi covid-19. Perum Bulog mencatat stok beras yang ada di gudang Bulog seluruh Indonesia ada 1,6 juta ton.
 
"Bulog memiliki stok 1,6 juta ton setara beras yang tersebar di seluruh Indonesia, dan 300 ribu ton ada di Gudang Bulog Kelapa Gading Jakarta, sehingga tidak ada alasan untuk harga beras naik selama masa penangan penyebaran pandemi covid-19," kata Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Bagya Mulyanto.
 
Perum Bulog juga menjamin kemudahan dalam menjangkau kebutuhan pangan tersebut melalui Operasi Pasar dengan nama Kegiatan Pasokan Stabilisasi Harga (KPSH).
 
"Kami selalu melakukan operasi pasar secara masif yang dilakukan di seluruh wilayah kerja demi menjaga stabilnya harga beras di tingkat konsumen," ujar Bagya.

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif