Kinerja positif ini mendorong induk UNIQLO tersebut untuk merevisi naik proyeksi kinerja setahun penuh, seiring berlanjutnya ekspansi global dan meningkatnya kepercayaan konsumen.
Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis, 29 Januari 2026, Fast Retailing mengumumkan laporan keuangan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 30 November 2025, yang merupakan kuartal pertama tahun fiskal 2026. Secara keseluruhan, Grup mencatat pertumbuhan global yang berkelanjutan, didorong oleh kinerja operasional UNIQLO di berbagai pasar utama dunia.
Pendapatan dan laba kuartal I tumbuh kuat
Pada kuartal pertama tahun fiskal 2026, pendapatan konsolidasi Fast Retailing mencapai 1,0277 triliun yen atau setara Rp111,83 triliun, meningkat 14,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Sementara itu, laba usaha melonjak 31,0 persen menjadi 205,6 miliar yen atau sekitar Rp22,37 triliun. Pendapatan keuangan juga mencatatkan keuntungan bersih sebesar 15,7 miliar yen, didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih serta penyesuaian translasi mata uang asing atas aset berdenominasi valuta asing.
Secara keseluruhan, laba sebelum pajak tercatat sebesar 226,6 miliar yen atau Rp24,66 triliun, tumbuh 15,3 persen secara tahunan. Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 11,7 persen menjadi 147,4 miliar yen atau sekitar Rp16,03 triliun.
| Baca juga: Transformasi Digital, Telkom Catat Pendapatan Rp109,6 Triliun di Kuartal III-2025 |
Proyeksi kinerja tahunan direvisi naik
Momentum positif di awal tahun fiskal mendorong Fast Retailing untuk menaikkan proyeksi kinerja sepanjang tahun fiskal 2026. Perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 11,7 persen menjadi 3,80 triliun yen atau sekitar Rp413,4 triliun.Selain itu, laba usaha dan laba operasional masing-masing diproyeksikan meningkat 17,9% dan 15,2% menjadi 650,0 miliar yen atau Rp70,72 triliun. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk diperkirakan naik 3,9% menjadi 450,0 miliar yen atau sekitar Rp48,96 triliun.
Dibandingkan dengan proyeksi awal yang diumumkan pada Oktober 2025, revisi ini mencakup kenaikan estimasi pendapatan sebesar 50,0 miliar yen, serta kenaikan laba usaha, laba operasional, dan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Dividen Saham Ikut Dinaikkan
Optimisme Fast Retailing juga tercermin dari kebijakan dividen. Perusahaan menaikkan estimasi dividen tahunan per saham sebesar 20 yen menjadi 540 yen, yang terdiri dari dividen interim dan dividen akhir masing-masing sebesar 270 yen.Kenaikan ini mencerminkan peningkatan total dividen setahun penuh sebesar 40 yen per saham dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menegaskan komitmen Fast Retailing dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham.
UNIQLO International Jadi Motor Pertumbuhan
Di antara seluruh segmen bisnis Fast Retailing, UNIQLO International mencatatkan pertumbuhan paling signifikan. Pendapatan meningkat 20,3 persen menjadi 603,8 miliar yen, sementara laba bisnis melonjak 38,0 persen menjadi 117,3 miliar yen.Kinerja ini didukung oleh pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan serta strategi pemasaran yang efektif. Pengenalan merek UNIQLO dan tingkat kepercayaan pelanggan juga terus meningkat, seiring pembukaan toko-toko berkualitas tinggi di berbagai wilayah dunia.
Kinerja regional UNIQLO menguat
Di kawasan Greater China, pasar Tiongkok Daratan mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba dua digit secara tahunan, didukung musim dingin yang datang lebih awal, strategi pemasaran yang tepat, serta kolaborasi bisnis dengan JD.com.Pasar Hong Kong juga membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba, sementara Taiwan mencatat kenaikan pendapatan meski laba mengalami penurunan akibat kenaikan biaya royalti.
Operasional UNIQLO di Korea Selatan, Asia Tenggara, India, dan Australia mencatat pertumbuhan dua digit, begitu pula di Amerika Utara dan Eropa. Peningkatan visibilitas merek dan basis pelanggan menjadi faktor utama pendorong kinerja di kawasan tersebut.
UNIQLO Jepang mencatat lonjakan pendapatan dan laba yang signifikan. Pendapatan tumbuh 12,2 persen menjadi 299,0 miliar yen, sementara laba usaha meningkat 20,2 persen menjadi 62,4 miliar yen. Kinerja ini ditopang oleh kuatnya penjualan koleksi Fall/Winter dan produk fungsional musim dingin.
Sementara itu, segmen GU mencatat kenaikan tipis pendapatan dan lonjakan laba usaha berkat perbaikan pasokan dan strategi diskon yang lebih efektif. Di sisi lain, segmen Global Brands membukukan penurunan pendapatan dan laba, meskipun merek PLST masih mencatatkan kinerja positif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News