Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan. Foto: Biro Humas Kemendag.
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan. Foto: Biro Humas Kemendag.

Mendag Diminta Segera Selesaikan Permasalahan Harga Telur

Media Indonesia • 30 Agustus 2022 20:15
Jakarta: Dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan diminta untuk segera menyelesaikan permasalahan harga telur. Hal tersebut disebabkan oleh harga telur yang saat ini tembus dengan harga Rp33 ribu per kilogram.
 
Mendag Zulkifli Hasan menyebut, kenaikan harga telur saat ini memang sangat signifikan, hal ini disebabkan oleh permintaan musiman yang terjadi akibat perayaan kemerdekaan pada Agustus 2022.
 
"Telur ayam memang naik signifikan dibandingkan bulan lalu, per 26 Agustus sudah naik 6,83 persen menjadi Rp31.300 per kilogram. Hal ini karena permintaan akibat perayaan kemerdekaan pada bulan Agustus," ujarnya dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI, Selasa, 30 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mendag mengatakan, pada 2021 harga telur pernah mencapai Rp14 ribu per kilogram. Hal tersebut menjadi penyebab para peternak merugi dan memutuskan untuk melakukan afkir dini kepada induk ayam agar stok telur menurun dan harganya kembali meningkat.
 
Kemudian Mendag melanjutkan, permintaan telur untuk keperluan bansos juga tinggi, dan itu juga menjadi penyebab stok telur berkurang dan harganya meningkat. Untuk harga normal telur seharusnya pada kisaran Rp27 ribu sampai Rp29 ribu per kilogram, karena modalnya Rp24 ribu per kilogram.
 
Baca juga: Jokowi Janji Harga Telur Turun dalam Dua Pekan

 
Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meminta urusan telur diselesaikan, karena banyak masyarakat yang terbebani dengan kenaikan harga tersebut, termasuk para pelaku UMKM.
 
"Karena di berbagai media saya baca pedagang warteg sudah banyak yang teriak Rp33 ribu per kilogram itu di Jakarta. Kemudian di Papua itu sudah mencapai Rp40 ribu per kilogram. Harus ada solusi cepat," ujarnya.
 
Andre Rosiade juga meminta Menteri Perdagangan agar berkoordinasi dengan Kementerian BUMN untuk mengerahkan BUMN pangan melakukan operasi pasar. "Jangan sampai konsumen teriak harga telur kemahalan, tapi perhatikan juga nasib peternak jangan sampai kerendahan harganya," katanya.
(FICKY RAMADHAN)
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif