Pelaku UMKM. Foto : MI/Hendrik.
Pelaku UMKM. Foto : MI/Hendrik.

Pertamina: Business Matching di Labuan Bajo Capai Transaksi Rp2,5 Miliar

Insi Nantika Jelita • 12 September 2022 10:16
Jakarta: PT Pertamina (Persero) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan business matching rantai pasok pelaku UMKM ekonomi kreatif dan industri pariwisata di Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
 
Kegiatan tersebut dinilai sukses dengan mendapat potensi transaksi sebesar Rp2,5 miliar. Manager Small Medium Enterprise Partnership Program (SMEPP) Pertamina Rudi Ariffianto mengatakan, pelaku UMKM harus dapat memanfaatkan momentum business matching secara optimal.
 
"Mereka dapat menawarkan dan menyampaikan secara detail kelebihan dari produk yang dihasilkan kepada para potential buyer agar terjadi transaksi yang baik," ucapnya dalam keterangan resmi, Senin, 11 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komitmen kesepakatan ini melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan kegiatan serupa di DPSP Mandalika pada 29 Januari 2022 dan di DPSP Borobudur pada 6 Juni 2022, sebagai bagian dari upaya perkuatan rantai pasok sektor pariwisata yang mempertemukan sektor perhotelan dengan UMKM.
 
Baca juga: Sandiaga: UMKM di Maluku Dapat Ciptakan Lapangan Kerja

 
Di kedua DPSP sebelumnya telah terealisasi transaksi sebesar Rp2,2 miliar untuk Mandalika dan sebesar Rp2,89 miliar di Borobudur, dan hingga saat ini permintaan terus bertambah seiring dengan adanya purchase order baru produk UMKM dari beberapa hotel.
 
Di Labuan Bajo, business matching diikuti oleh sekitar 70 UMKM dan 20 hotel. Berbeda dengan acara sebelumnya, kali ini diintegrasikan dengan beberapa kegiatan lain, yaitu penyusunan pedoman pelaksanaan standar usaha berbasis risiko, pengurusan dan penyerahan Nomor Induk Berusaha, sosialisasi Standar Nasional Indonesia (SNI), serta aksesibilitas terhadap sumber pendanaan melalui Kredit Usaha Rakyat yang diberi tajuk Integrated, Industry dan Investment (3i).
 
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Hengky Manurung menyampaikan, meski UMKM mengalami keterpurukkan akibat dari pandemi covid-19, tetapi dengan memanfaatkan peluang yang ada serta terus melakukan inovasi, UMKM kembali bisa bangkit.
 
"Kami akan terus menerus melakukan inovasi, khususnya bagi para pelaku ekonomi kreatif dan memberikan dukungan dari berbagai aspek agar bisa pulih lebih cepat bangkit lebih kuat," tuturnya.

 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif