Ilustrasi petani tembakau. Foto: dok MI/Tosiani.
Ilustrasi petani tembakau. Foto: dok MI/Tosiani.

Pemerintah Diminta Tegas Buat Kebijakan yang Melindungi Petani Tembakau

Eko Nordiansyah • 09 November 2022 21:51
Jakarta: Tembakau sejak dahulu telah menjadi salah satu ciri khas dari identitas kebudayaan nusantara. Tak hanya komoditas semata, tembakau lekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari menjadi bagian ritual tertentu hingga alat diplomasi bagi pahlawan nasional.
 
Budayawan Irfan Afifi menyebut, tembakau telah membentuk tradisi kedaulatan nasional. Ia mengungkapkan, kretek yang merupakan campuran dari tembakau dengan cengkih merupakan khas Indonesia yang sudah ada sejak dahulu.
 
"Sejak dahulu, sudah ada catatannya. Bahkan, rokok sudah ada sejak zaman Sultan Agung. Ini artinya produksi tembakau memang sudah ada. Perjalanannya sampai kini yang salah satunya membentuk tradisi kedaulatan nasional," kata kepada wartawan, Rabu, 9 November 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak dahulu tembakau dan produk turunannya seperti kretek merupakan hasil kebudayaan orisinal dari masyarakat Indonesia. Sebab, menurut Irfan, penanaman tembakau merupakan manifestasi dari manusia-manusia Indonesia sehingga menciptakan relasi kebudayaan yang sakral.
 
Irfan mencontohkan, di Temanggung, hingga kini masih terdapat beberapa ritual kebudayaan yang merepresentasikan penanaman tembakau sebagai sarana mendidik manusia penanamnya. Nilai-nilai ini yang tercermin dari para petani tembakau dan masih menjadi tradisi hingga kini. 
 
Identitas tersebut turut pula diejawantahkan oleh sejumlah pahlawan-pahlawan nasional seperti Soekarno dan Agus Salim. Mereka kerap menjadikan kretek sebagai alat diplomasi yang menegaskan posisi Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat.
 
"Makanya tembakau juga menjadi bahan diplomasi yang menunjukan bahwa Indonesia memiliki produk yang berbeda dengan yang lain, ada kretek sendiri," sambung Irfan. 
 
Meski demikian, Irfan mengakui dalam perjalanannya identitas sekaligus tradisi kedaulatan dari tembakau memang mulai terkikis. Bahkan kedaulatan ekonomi dari tembakau tak dapat dilindungi akibat gencarnya intervensi lembaga asing yang berupaya menganggu ekosistem pertembakauan.
 
Baca juga: Gappri: Pemberantasan Rokok Ilegal Bukan dengan Mengerek Cukai!

 
Imbasnya, petani tembakau semakin terhimpit dan tertekan. Dengan semakin gencarnya kampanye-kampanye antitembakau yang didanai dan didorong oleh lembaga-lembaga internasional justru menjadi rujukan bagi pemerintah yang tanpa disadari dapat mematikan petani tembakau.
 
"Tembakau  sudah teruji merupakan tanaman yang berguna dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Ekosistem tembakau adalah salah satu kontributor ekonomi yang harapannya bisa menjadi salah satu sektor paling berdaulat dibandingkan sektor-sektor lainnya. 
 
Sayangnya, perlindungan oleh negara justru maju mundur untuk dilakukan. Menyikapi hal ini, ia menyarankan agar pemerintah dapat terus mempertahankan kedaulatan tembakau agar dapat menentukan kebijakan ekonomi dan kebudayaannya secara mandiri. 
 
"Kedaulatan untuk komoditas yang menjadi mata pencaharian enam juta rakyat harus diutamakan. Sebab, tanpa kedaulatan, arah pertumbuhan negara dan masyarakat Indonesia akan selalu memiliki ketergantungan atas kepentingan-kepentingan yang bukan merupakan tujuan nasional," ungkap dia.
 
(END)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif