Program Pamsimas tahap ketiga. Foto Istimewa.
Program Pamsimas tahap ketiga. Foto Istimewa.

Kementerian PUPR Sediakan Akses Air Minum dan Sanitasi untuk 35.928 Desa

Ekonomi Bank Dunia Sanitasi Air Bersih air minum apbn apbd RPJMN 2020-2045 Kementerian PUPR
Husen Miftahudin • 30 April 2022 15:11
Jakarta: Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendesain program terobosan agar mampu memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi yang sehat untuk masyarakat pedesaan di seluruh penjuru negeri, yakni Program Air Minum dan Sanitasi Layak untuk Bangsa (Pamsimas). Selama 14 tahun berlangsung, program ini sukses menyediakan akses air minum dan sanitasi untuk 35.928 desa.
 
"Kami meluncurkan Pamsimas dengan mengusung lima komponen sebagai prinsip pelaksanaan program yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dan penanggung jawab kegiatan serta pengelolaan sarana air minum dan sanitasi," ucap Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 April 2022.
 
Diana melanjutkan, Pamsimas memiliki dua sasaran utama yang diutamakan untuk wilayah yang memiliki proporsi penduduk dengan akses air minum belum 100 persen, serta untuk penduduk dengan akses sanitasi belum 100 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun Pamsimas terdiri dari lima komponen, yaitu pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kelembagaan daerah dan desa, peningkatan perilaku higienis dan pelayanan sanitasi, penyediaan sarana air minum dan sanitasi umum, hibah insentif, serta dukungan teknis dan manajemen pelaksanaan program.
 
"Program Pamsimas merupakan program bersama. Kami juga melibatkan masyarakat, laki-laki atau perempuan, termasuk masyarakat disabilitas, demi kesuksesan program. Hal ini selaras dengan konsep dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat," tuturnya.
 
Kementerian/lembaga yang terlibat adalah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri); Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa & PDTT); Kementerian PUPR; Kementerian Kesehatan (Kemenkes); serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
 
Pamsimas dilaksanakan dengan menggunakan kolaborasi pendanaan dari berbagai sumber. Antara lain berasal dari kontribusi masyarakat, dana pemerintah, pemerintah daerah, dan pemerintah desa. Seluruhnya diatur dalam APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten, APBDes, CSR atau program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), pinjaman dari Bank Dunia, serta dana hibah Department of Foreign Affairs and Trades of Australian Government (DFAT).
 
Dalam praktiknya program Pamsimas dijalankan dengan menerapkan pendekatan berbasis masyarakat yaitu masyarakat sebagai pelaku utama dalam setiap tahapan kegiatan. Dalam pelaksanaan kegiatan, masyarakat didampingi oleh tim fasilitator yang akan memberikan penguatan pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat sehingga mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengelola Pamsimas dengan baik.
 
Program Pamsimas telah berlangsung selama tiga tahap. Pada Pamsimas I, 2008-2012, Ditjen Cipta Karya menyasar target pelaksanaan di beberapa daerah pedesaan maupun pinggiran kota. Pada tahap pertama ini telah berhasil membangun fasilitas air minum, setidaknya di 6.834 desa dari 110 Kabupaten di 15 Provinsi.
 
Program Pamsimas kedua sepanjang 2013 hingga 2015. Di periode ini telah berhasil menyediakan sarana air minum di 5.388 Desa dari 32 Provinsi di 224 Kabupaten/kota. "Dari capaian tahap kedua itu pula, akhirnya kami berkomitmen meneruskan program ini. Pamsimas Ketiga dilaksanakan selama kurun waktu 2016 hingga 2021. Capaiannya meningkat, ada sekitar 23.706 desa yang kami sasar," tutur Diana.
 
Artinya, total capaian dari tiga tahap Pamsimas (2008-2021) mencapai 35.928 desa/kelurahan di seluruh Indonesia. Sedangkan jumlah tambahan orang yang mempunyai akses yang berkelanjutan terhadap fasilitas air minum yang layak sebanyak 24,5 juta jiwa, dan akses berkelanjutan terhadap fasilitas sanitasi yang layak mencapai 16,4 juta
jiwa.
 
Diana mengakui tugas untuk menyediakan akses air minum dan sanitasi yang layak belum rampung. Pihaknya berkomitmen untuk terus melanjutkan program Pamsimas. Terlebih pemerintah akan mengalokasikan dana yang sepenuhnya bersumber dari APBN.
 
"Dalam RPJMN 2020-2024, Pemerintah Indonesia menargetkan dapat menyediakan 100 persen layanan air minum dan sanitasi yang layak dan aman bagi seluruh rakyat Indonesia pada 2030," tutup Diana.
(Husen Miftahudin)
 
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif