Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani

Ekonom: G20 Ajang Ambil Inisiatif Pengembangan Ekonomi Syariah

Antara • 18 Januari 2022 07:58
Jakarta: Ekonom Syariah dan Direktur Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono berpendapat Presidensi G20 Indonesia menjadi ajang yang tepat untuk mengambil berbagai inisiatif guna mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.
 
"Terutama dengan posisi sebagai presidensi, Indonesia itu bisa kita melihat lebih banyak peluang yang ada, bisa mengambil inisiatif, melakukan kerja sama dan macam-macam,” kata Yusuf, dilansir dari Antara, Selasa, 18 Januari 2022.
 
Yusuf menyebut potensi pendapatan dan pasar ekonomi syariah di Indonesia sangat besar, terutama dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia yang mencapai 220 juta orang. Selain itu, gaya hidup syariah juga semakin berkembang di kalangan anak muda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau bicara potensi, kita terbesar, tapi kalau cuma potensi selamanya tidak akan bisa dilihat hasilnya. Ini butuh diseriuskan, butuh dieksploitasi dan dikembangkan," ujarnya.
 
Kendati demikian, ia berpendapat, ketersediaan produk-produk halal di tingkat global masih sangat terbatas sehingga menghambat perkembangan keuangan dan ekonomi syariah. Untuk Indonesia, lanjutnya, peluang industri halal menjadi pasar yang bagus untuk dikembangkan seperti makanan, minuman, kosmetik, hingga pariwisata halal.
 
“Untuk ekspor daging halal ke Arab ketika musim haji, itu bukan kita padahal kita negara muslim terbesar. Belum lagi industri perbankan syariah kita yang masih tertinggal,” tuturnya.
 
Jika Indonesia mempunyai visi yang kuat untuk menembus ekonomi dan keuangan syariah, lanjutnya, dampaknya akan sangat luar biasa dampak bagi Indonesia namun masyarakat dunia juga akan mendapat manfaat dari peningkatan konsumsi produk-produk halal.
 
Sejauh ini, ia berpendapat pemerintah belum serius mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Ia pun mencontohkan merger tiga bank syariah menjadi Bank Syariah Indonesia yang tidak mendapatkan sokongan dana tambahan. Selain itu, negara-negara nonmuslim seperti Thailand, menurutnya, lebih serius dalam mengembangkan industri halal.
 
Ia menyarankan pemerintah untuk memanfaatkan forum G20 mendorong peran ekonomi syariah dengan cara meningkatkan kebijakan afirmatif terhadap ekonomi syariah. “Setelah ada kebijakan afirmatif yang kuat baru kita bicara ekosistem ekonomi syariah,” pungkas dia.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif