Ilustrasi PT Perusahaan Gas Negara Tbk - - Foto: MI/ Erick Ireng
Ilustrasi PT Perusahaan Gas Negara Tbk - - Foto: MI/ Erick Ireng

PGN Tangkap Peluang Ekspansi Bisnis di Masa Transisi Energi

Ekonomi pengelolaan gas bumi Perusahaan Gas Negara (PGN) Energi Terbarukan pandemi covid-19
Suci Sedya Utami • 30 April 2021 12:31
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melihat 2021 sebagai momentum untuk melakukan ekspansi bisnis gas bumi termasuk LNG retail setelah sempat dihantam penurunan permintaan akibat pandemi covid-19.
 
Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar memandang kebutuhan gas diprediksi akan meningkat di tahun-tahun mendatang sebagai jembatan di masa transisi menuju energi bersih.
 
Ia mengatakan kebutuhan gas di 2020 menurut Wood Mackenzie, akan ada peningkatan sekitar 550 juta ton per tahun, seiring dengan perkembangan proyek gas yang ada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kebutuhan LNG dunia untuk 10 tahun yang akan datang juga masih positif. Pascapandemi, pertumbuhan LNG global diperkirakan sekitar 4,2 persen. Negara-negara seperti Tiongkok dan India adalah dua negara yang sangat concern terhadap energi yang lebih ramah lingkungan. Hal itu akan meningkatkan demand energi di masa yang akan datang.
 
"Ada risiko kalau virus belum mampu diatasi pada 2021, kebutuhan demand yang digambarkan tidak akan tercapai. Namun demikian, kita berharap dengan perkembangan proyek, vaksin dan sebagainya membuat kebutuhan LNG akan naik. Kemungkinan besar akan menyamai seperti sebelum covid-19, diiringi dengan menggeliatnya ekonomi di 2021," kata Arcandra dalam keterangan resmi, Jumat, 30 April 2021.
 
Ia berharap industri gas akan terus tetap tumbuh apalagi gas dibutuhkan dalam masa transisi dari fosil menuju energi terbarukan. Sebab energi terbarukan tidak bisa langsung menggantikan pemenuhan kebutuhan energi nasional dari fosil.
 
"Harus ada perantaranya salah satunya adalah gas,” imbuh Arcandra.
 
Sementara itu Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Syahrial Mukhtar mengatakan kebutuhan gas termasuk LNG di kawasan Asia Pasifik sempat menurun akibat pandemi. Namun saat ini telah mengalami kenaikan.
 
"Merupakan tanggung jawab besar bagi PGN dalam mengelola bisnis gas nasional untuk memenuhi kebutuhan gas domestik. LNG akan berperan semakin besar untuk menjaga keandalan pasokan gas untuk konsumen di seluruh sektor,” ujar Syahrial.
 
Bagi PGN, LNG retail termasuk ke dalam bisnis baru yang akan dikembangkan penyediaan infrastruktur dan aset-aset yang dibutuhkan. Mengingat di Indonesia banyak daerah yang belum terjangkau gas, sehingga dengan pengembangan bisnis LNG akan mampu mencapai pelanggan-pelanggan potensial menggunakan virtual pipeline.

 
“Infrastruktur LNG di masa depan akan massif terutama dengan proyek penugasan Kepmen 13 di wilayah Indonesia Timur, serta mendukung program strategis perusahaan untuk dapat merambah di pasar LNG internasional,” pungkas Syahrial.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif