"Selama kuartal I total impor vaksin USD443,4 juta, itu naik 1.315 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam video conference di Jakarta, Kamis, 15 April 2021.
Suhariyanto mengatakan impor vaksin yang dilakukan sepanjang awal tahun ini bukan hanya untuk vaksin covid-19 saja. Kenaikan ini bisa dipahami karena Indonesia melakukan impor vaksin covid-19 sejak akhir tahun lalu.
Untuk periode Maret 2021 saja, BPS mencatat kenaikan nilai impor vaksin untuk manusia menjadi sebesar USD178,7 juta. Menurut data BPS, impor vaksin ini mengalami kenaikan 102,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Adapun Indonesia mengimpor vaksin dari sejumlah negara pada Desember 2020. Vaksin yang paling banyak diimpor oleh Indonesia berasal dari Tiongkok.
Vaksin untuk Indonesia
Impor vaksin asal Tiongkok tercatat 12 ribu Kilogram (Kg) atau senilai USD22,73 juta selama Desember 2020. Secara keseluruhan sejak Januari hingga Desember tahun lalu, jumlah vaksin yang diimpor dari Tiongkok adalah USD29,97 juta.
Impor vaksin dari AS pada Desember 2020 adalah USD2,15 juta, Belgia USD446 ribu, dan Prancis USD1,77 juta. Selama tahun lalu impor vaksin dari Hong Kong mencapai USD24,7 juta, AS USD20,23 juta, Belgia USD10,81 juta, dan Prancis USD9,38 juta.
Untuk vaksin covid-19, pemerintah sudah mendatangkan sebanyak 1,2 juta dosis vaksin buatan Sinovac Tiongkok. Pada tahap II ada tambahan 1,8 juta dosis vaksin yang didatangkan sehingga total ada tiga juta dosis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News