Sirkuit Mandalika tengah dikebut pembangunannya untuk dipergunakan pada laga MotoGP 2021 (Foto:MI/Susanto)
Sirkuit Mandalika tengah dikebut pembangunannya untuk dipergunakan pada laga MotoGP 2021 (Foto:MI/Susanto)

Dukung Pariwisata dan MotoGP 2021, Bakti Kominfo Bangun Infrastruktur TIK di Mandalika

Ekonomi kek mandalika Berita Kominfo BAKTI
Rosa Anggreati • 12 Oktober 2020 19:00
Mandalika: Indonesia akan mencatat sejarah baru pada perhelatan olahraga bertaraf internasional. Segala aspek sedang dipersiapkan untuk menjadikan Mandalika sebagai sirkuit MotoGP pertama Indonesia untuk musim kompetisi 2021.
 
"Seluruh kementerian/lembaga bahkan ekosistem yang terkait dengan Mandalika sebagai sirkuit baru sudah siap, dari sisi telekomunikasinya siap sekali," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate.
 
Saat ini, infrastuktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), khususnya jaringan broadband, sudah tersedia di Mandalika terutama di spot wisata. Namun, dirasa belum cukup karena event sekelas Mandalika MotoGP 2021 untuk Indonesia menjadi etalase Indonesia di mata internasional, khususnya di bidang sport otomotif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena kegiatannya yang begitu besar, Kominfo memberikan dukungan yang kuat agar tersedia kapasitas dan kualitas sinyal yang prima pada saat sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan MotoGP, baik itu yang dilakukan Kominfo melalui Bakti (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika) maupun ekosistem operator selulernya," ucap Menkominfo Johnny G Plate.
 
Bakti tercatat telah membangun 6 BTS (base transceiver station) di sekitar Sirkuit Mandalika, yaitu di Desa Genggelang (Kecamatan Gangga, Lombok Utara), Desa Obel-Obel (Kecamatan Sambelia, Lombok Timur), Desa Buwun Mas (Kecamatan Sekotong, Lombok Barat), Desa Mekar Sari (Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah), Desa Tegal Maja (Kecamatan Tanjung, Lombok Utara), Desa Teniga (Kecamatan Tanjung, Lombok Utara).
 
Rencananya akan ditambah tiga BTS baru yang dijadwalkan selesai dibangun pada Desember 2020.
 
"BTS tersebut tidak hanya untuk kepentingan MotoGP 2021, tetapi juga untuk menunjang Mandalika sebagai salah satu dari lima destinasi super prioritas Indonesia," tutur Menkominfo.
 
Dukung Pariwisata dan MotoGP 2021, Bakti Kominfo Bangun Infrastruktur TIK di Mandalika
Menkominfo Johnny G Plate (Foto:MI/Susanto)
 
Guna memperkuat infrastruktur TIK di Indonesia, Kominfo telah membangun 348 ribu kilometer fiber optik baik di darat maupun di dasar laut. Sebanyak 480 ribu BTS dibangun tersebar di seluruh Indonesia baik oleh Kominfo maupun operator seluler. Indonesia pun telah menggunakan sembilan satelit untuk mendukung komunikasi.
 
"Tetapi itu semua belum cukup karena Indonesia merupakan negara yang sangat besar wilayah dan penduduknya. Tantangannya besar. Saat ini terdapat 12.548 desa yang belum bisa merasakan manfaat 4G," ujar Menkominfo Johnny.
 
Kominfo melalui Bakti menargetkan 9.113 desa di wilayah 3T ( tertinggal, terdepan, terluar) akan mendapatkan sinyal 4G pada 2022. Begitu juga 3.435 desa wilayah bukan 3T ditargetkan akan merasakan manfaat 4G pada 2022.
 
"Dengan demikian pada 2022 dengan dukungan pembiayaan APBN, PNBP, dan Dana USO di Indonesia akan tersedia sinyal 4G," kata Menkominfo optimistis.


 
Internet Bakti Kominfo untuk Kemajuan Pariwisata Mandalika


Tak hanya dipersiapkan menyambut gelaran MotoGP 2021, Mandalika yang termasuk dalam kawasan ekonomi kreatif di KEK Mandalika juga ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai satu di antara lima destinasi pariwisata super prioritas (Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang).
 
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama instansi terkait tengah membangun infrastruktur di Mandalika agar rampung pada 2020 demi mewujudkan cita-cita menjadikan Mandalika sebagai destinasi kelas dunia. Penyelenggaraan event sport tourism balap motor dunia MotoGP 2021 diyakini akan menjadi cara cepat dan efektif untuk mempromosikan pariwisata Mandalika ke kancah dunia.
 
Pembangunan di Mandalika bukan hanya sebatas infrastruktur, melainkan juga masyarakatnya. Kominfo melalu Bakti mencoba mewujudkan program kerja pemerintah agar masyarakat bisa merasakan manfaat telekomunikasi dan aksesibilitas yang sama.
 
Untuk itu, Bakti tengah mempersiapkan jaringan telekomunikasi dan aksesibilitas di Mandalika dan sekitarnya.
 
Dukung Pariwisata dan MotoGP 2021, Bakti Kominfo Bangun Infrastruktur TIK di Mandalika
Direktur Utama Bakti, Anang Latif (Foto:MI/Susanto)
 
"KEK Mandalika merupakan lokasi baru yang sedang dibangun. Dari perhelatan MotoGP akan hadir 200 ribu orang. Kesiapan desa perlu diperhatikan karena fokus turis tentu tidak hanya pada MotoGP saja. Turis akan berkeliling, berwisata. Di sinilah Bakti bersama operator seluler memastikan bahwa setiap titik yang berpotensi wisata terjangkau sinyal, bahkan sinyal 4G sehingga internet lancar," kata Direktur Utama Bakti, Anang Latif.
 
Desa Bilebante yang terletak tidak jauh dari Sirkuit Mandalika, merupakan satu di antara 70.670 desa yang telah menerima manfaat pembangunan aksesibilitas Bakti Kominfo.
 
Bakti Kominfo telah menyediakan WiFi gratis di Desa Bilebante sejak 2019 dan mengedukasi masyarakat agar melek internet.
 
Kehadiran internet di Desa Bilebante terbukti membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memudahkan promosi destinasi wisata, yaitu wisata Kawasan Wisata Hijau Pasar Pancingan, paket bersepeda, homestay, dan pura tertua di Lombok Tengah.
 
Dukung Pariwisata dan MotoGP 2021, Bakti Kominfo Bangun Infrastruktur TIK di Mandalika
Bakti Kominfo menyediakan WiFi gratis di Desa Bilebante sejak 2019 dan mengedukasi masyarakat agar melek internet(Foto:MI/Susanto)
 
"Promosi desa wisata dilakukan melalui media cetak dan online. Promosi sangat terbantu melalui sistem daring (online). Melalui online jangkauan promosi lebih luas dan pengunjung semakin ramai. Anak muda juga turut berpartisipasi dalam mempromosikan wisata di sini," tutur Kepala Desa Bilebante Rakyatuliwa'uddin.
 
Selain Desa Bilebante, kawasan wisata lainnya di sekitar Mandalika ialah Desa Sade. Terkenal sebagai penjaga tradisi warisan tenun, Desa Sade juga menerima manfaat pembangunan akses internet Bakti Kominfo demi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan terciptanya kampung pariwisata yang mudah diakses.
 
Dukung Pariwisata dan MotoGP 2021, Bakti Kominfo Bangun Infrastruktur TIK di Mandalika
Kehadiran internet Bakti Kominfo memudahkan para pengrajin memasarkankain tenun dan songket secara daring (Foto:MI/Susanto)
 
Selain desa tersebut, Desa Sukarara juga menerima manfaat pembangunan akses internet Bakti Kominfo. Desa Sukarara dikenal sebagai penghasil tenun. Masyarakatnya memasarkan tenun melalui daring.
 
"Pembeli kain tenun di sini rata-rata turis dan tamu domestik. Menenun menjadi mata pencarian kami," ucap Yanti, pengrajin tenun di Desa Sukarara.
 
Untuk meningkatkan daya jual kain, para perempuan Desa Sukarara yang tergabung dalam Perempuan Kreatif Sukarara mempelajari pencelupan warna sehingga menghasilkan kain songket berkualitas.
 
"Kami berharap banyak melalui internet agar masyarakat luas mengenal songket Sukarara, pemasaran songket pun menjadi lebih mudah dan jangkauan lebih luas," kata Yanti.
 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif