Impor. Foto : MI.
Impor. Foto : MI.

Oktober 2020, Impor Jatim Menurun 17,51%

Ekonomi impor BPS jawa timur
Amaluddin • 16 November 2020 19:16
Surabaya: Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat impor Jatim menurun 17,51 persen pada Oktober 2020, yaitu dari USD 1,75 miliar menjadi USD1,44 miliar. Penurunan impor terbesar adalah migas dan nonmigas.
 
"Impor migas menurun sebesar 22,45 persen, dari USD318,15 juta menjadi USD246,72 juta. Sementara nilai impor nonmigas juga mengalami penurunan sebesar 22,74 persen dibandingkan Oktober 2019," kata Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan, saat menggelar konferensi pers secara virtual, Senin, 16 November 2020.
 
Dadang mengatakan, impor migas menyumbang 17,10 persen dari total impor Jatim pada Oktober 2020. Nilai impor migas juga mengalami penurunan sebesar 35,53 persen bila dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Begitupun nilai impor nonmigas Jatim pada Oktober 2020 yang juga mengalami penurunan sebesar 16,41 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yakni dari USD1,43 miliar menjadi USD1,20 miliar. Impor nonmigas menyumbang 82,90 persen dari total impor Oktober 2020 ke Jatim.
 
Sementara golongan barang Besi dan Baja (HS 72) merupakan komoditas utama impor Jatim dengan nilai transaksi sebesar USD114,16 juta pada Oktober 2020. Angka itu naik sebesar 32,01 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai USD86,48 juta.
 
"Kelompok barang ini mempunyai peranan 9,55 persen dari total impor nonmigas Jatim yang utamanya diimpor dari Uni Emirat Arab sebesar USD27,52 juta," ujarnya.
 
Namun demikian, Tiongkok masih tercatat sebagai negara utama asal barang yang masuk Jatim dengan peranan sebesar 30,18 persen pada Oktober 2020. Disusul berikutnya dari Hong Kong dan Amerika Serikat (AS) yang masing-masing memberikan kontribusi pada pasar impor nonmigas Jatim sebesar 7,66 persen dan 6,83 persen.
 
"Nilai impor nonmigas dari Tiongkok pada Oktober 2020 sebesar USD360,96 juta, lalu diikuti impor nonmigas dari Hongkong sebesar USD91,61 juta, serta impor nonmigas dari Amerika Serikat sebesar USD81,66 juta," katanya.
 
Ekspor naik
 
Lain halnya dengan ekspor Jatim yang justru mengalami kenaikan 0,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya pada Oktober 2020, yakni dari USD1,58 miliar menjadi USD1,59 miliar. Sementara dibandingkan Oktober 2019, nilai ekspor justru mengalami penurunan sebesar lima persen.
 
Menurut Dadang, peningkatan nilai ekspor dibanding bulan lalu disebabkan terjadinya peningkatan kinerja ekspor sektor nonmigas yang lebih besar, dibanding penurunan kinerja ekspor sektor migas. Bila dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor sektor nonmigas mengalami peningkatan sebesar 0,72 persen, yaitu dari USD1,52 miliar menjadi USD1,53 miliar.
 
"Nilai ekspor sektor nonmigas tersebut menyumbang sebesar 96,50 persen dari total ekspor bulan ini. Dibandingkan Oktober 2019, nilai ekspor sektor nonmigas justru mengalami penurunan sebesar 4,04 persen," kata Dadang.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif