Afria Fitriani, seorang ibu rumah tangga berusia 45 tahun, pelaku usaha UMKM. Foto : Kemenko Perekonomian.
Afria Fitriani, seorang ibu rumah tangga berusia 45 tahun, pelaku usaha UMKM. Foto : Kemenko Perekonomian.

Pelaku UMKM pun Perlu Dibekali Pelatihan

Ade Hapsari Lestarini • 10 Oktober 2021 17:05
Jakarta: Pelaku Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM) perlu dibekali pelatihan agar dapat mengelola bisnisnya dengan lebih teratur. Hal ini yang dilakukan dalam komunitas UMKM usAha. Sebuah komunitas yang dibina oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
 
Afria Fitriani, seorang ibu rumah tangga berusia 45 tahun itu menjelaskan awalnya bergabung karena diajak ikut pelatihan untuk UMKM, oleh koordinator dari UMKM usAHA, yang kebetulan ia kenal baik. Afria pun kemudian bersedia mendaftar dan ikut pelatihan secara online.
 
Hal pertama yang Afria dapatkan dari pelatihan online itu adalah bagaimana mengelola keuangan untuk berdagang. Menurut Afria, diusianya yang sekarang, ia merasa kesulitan untuk belajar kembali. Namun ia merasa, pelatihan yang diberikan cukup mudah dipahami. 

"Saya jadi tahu mengelola keuangan, misah-misahinnya. Dulu kan enggak tahu apa-apa tuh, ya jualan asal jualan aja. Pas ikut itu jadi, 'oh begini ya ternyata'. Saya juga jadi paham soal cara ngejualin dagangan yang efektif bagaimana. Enaklah pokoknya, nambah ilmu," ungkap Afria, dikutip Minggu, 10 Oktober 2021.
 
Saat ini, lanjutnya, dia memiliki warung jajanan di bilangan Gandaria, Jakarta Selatan. Dia mengatakan, selain warungnya, ada ratusan UMKM lain di Jakarta yang ikut pelatihan dan bergabung dalam komunitas, namun Afria tidak mengetahui jumlahnya secara pasti.
 
"Kalau waktu pelatihan sih ada lah seratusan, kalau di group se-Jakarta Selatan saja mungkin ada sekitar 300-an," tutur Afria.
 
Setelah bergabung dalam komunitas tersebut, Afria pun dikirimi spanduk warung dan banyak kantong belanja nonplastik, yang diberikan secara cuma-cuma untuk pelanggannya.
 
"Kantongnya itu bermanfaat banget buat saya, karena saya kan jadi ngurangin modal buat kantong plastik ya. Terus kantongnya bagus, bukan plastik gitu, gratis pula. Kalau belanja di minimarket gitu kan kantong yang bahan begitu harus beli dulu, ini dikasih cuma-cuma, sampak pada minta, pelanggan juga pada senang, saya juga senang," ujarnya.
 
Di warung kecil miliknya itu, terpampang spanduk bergambar wajah Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar. Spanduk bertuliskan ajakan untuk membeli di warung miliknya itu, ternyata Afria dapatkan setelah bergabung dengan komunitas UMKM usAHA. 
 
Afria mengatakan, ia dibantu oleh pengurus UMKM usAHA yang memasang spanduk tersebut sebagai penanda anggota komunitas, karena Airlangga Hartarto adalah pembinanya.
 
Menurut Afria, pemasangan spanduk itu tidak memberikan kerugian untuk diri dan warungnya. Bahkan ia mengaku senang, karena spanduk tersebut justru memudahkan pelanggan dan ojek online yang mencari warungnya.
 
"Kan ada nama warungnya di spanduk,  orang-orang jadi gampang nyari warung saya di, soalnya udah jelas ada namanya tuh 'Pop Ice & Seblak Mpo'," ungkap mpok, sapaan akrab Afria.
 
Ketika ditanya soal keterkaitan spanduk dengan status Airlangga yang juga seorang politisi, Afria mengaku tidak mempermasalahkan jika ada yang bilang hal tersebut merupakan aktivitas kampanye, karena caranya tidak merugikan dan justru membawa manfaat. Menurutnya, hal itu merupakan sesuatu yang wajar, mengingat Airlangga adalah seorang politisi. 
 
"Jika tujuannya mau memperkenalkan diri ke masyarakat, siapa saja boleh. Apalagi kalau caranya bermanfaat seperti Pak Airlnggga ini, dengan menunjukkan kepedulian pada pedagang kecil seperti kita dan memberi pelatihan," kata Afria. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan