Maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Foto: MI/Panca Syurkani
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Foto: MI/Panca Syurkani

Metro Pagi Primetime

Pengamat BUMN: Ganti Garuda dengan Pelita Air Butuh Waktu Lama

MetroTV • 30 Oktober 2021 17:26
Jakarta: Pelita Air milik Pertamina menjadi opsi alternatif untuk mengganti maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia. Namun, prosesnya dikatakan akan cukup lama dan terdapat banyak syarat yang harus dipenuhi.
 
"Saya kira tidak akan cukup cepat dan cukup mudah juga untuk bisa membuat carter airlines menjadi reguler airlines, tentu banyak persyaratan-persyaratan regulasi yang mereka harus penuhi,” ujar Pengamat BUMN Toto Pranoto dalam tayangan Metro Pagi Primetime di Metro TV, Sabtu, 30 Oktober 2021.
 
Toto menjelaskan Pelita Air Service selama ini dikenal sebagai charter airlines. Maka, memerlukan penyesuaian untuk mengubahnya menjadi penerbangan dengan jadwal regular.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, brand juga menjadi kendala lainnya. Mengingat Garuda Indonesia telah lama beroperasi, sangat dikenal dan juga sudah melakukan penerbangan Internasional.
 
"Garuda kan sudah dikenal cukup lama dan telah melakukan penerbangan internasional. Kemudian berbagai macam dari sisi operasional, dan kadang-kadang Garuda juga masuk dalam jaringan internasional,” jelas Toto.
 
Pelita Air Service secara regulasi juga harus mengajukan usulan perubahan. Usulan diajukan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk mengubah status charter flight menjadi full service airlines.
 
Kemudian, Pelita Air Service juga harus menyesuaikan aspek operasi sebagai full service airlines. Maskapai ini harus bisa mengembangkan jaringan network di domestik dan juga Internasional. Serta membuat standar layanan yang diakui secara Internasional.
 
Toto mengingatkan langkah prioritas saat ini adalah menyelesaikan proses renegosiasi untuk mendapat relaksasi tekanan keuangan. Kemudian, fokus terhadap rute yang bisa menghasilkan keuntungan yang cukup, dan juga meminta dukungan dari pemerintah. (Widya Finola Ifani Putri)
 
 
 
(MBM)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif