Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Foto: Dok. Kemenparekraf.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Foto: Dok. Kemenparekraf.

2 Juta Pekerja Wisata Terancam Kehilangan Pekerjaan

Ekonomi Pariwisata PHK Sandiaga Uno Kemenparekraf pandemi covid-19 PPKM Darurat
Insi Nantika Jelita • 13 Juli 2021 13:12
Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, jutaan pekerja dari sektor wisata terancam kehilangan mata pencaharian akibat lonjakan covid-19 di Tanah Air yang menembus 2,5 juta kasus. Saat ini, tempat wisata sudah diperintahkan tutup oleh Kemenparekraf imbas kebijakan PPKM darurat Jawa-Bali.
 
"Lebih dari 2 juta tenaga kerja pariwisata kini terancam kehilangan pekerjaan," kata Sandiaga, dikutip dari Mediaindonesia.com, Selasa, 13 Juli 2021.
 
Adanya pengetatan aktivitas, diakui Menparekraf memberikan dampak yang signifikan bagi sektor parekraf. Saat ini pihaknya tengah melakukan kalkulasi berapa dampak kerugian bagi 34 juta masyarakat disektor tersebut

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi, ketika pergerakan masyarakat terbatas, tentunya memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor parekraf," ucapnya.
 
Kemenparekraf, lanjutnya, berusaha mempercepat proses pendistribusian dana hibah pariwisata yang dianggarkan sebesar Rp3,7 triliun guna pemulihan di sektor parekraf. Sandiaga mengatakan, dana hibah ini masih dalam tahap proses finalisasi.
 
Selain itu, Kemenparekraf juga menyatakan tengah menyiapkan beberapa bantuan lainnya, seperti Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) 2021, yang dianggarkan kurang lebih Rp60 miliar, bantuan sosial yang akan disalurkan oleh Kemensos, serta bantuan likuiditas lainnya.
 
"Untuk dana bansos, Kemensos merencanakan pada triwulan ketiga di Juli sudah mulai disalurkan," papar politikus Partai Gerindra ini.
 
Sebelumnya, Sandiaga juga mengungkapkan, jangkauan penerima bansos akan diperluas, baik kepada penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM atau desa, misalnya yang selama ini tidak mendapat bansos.
 
Dia menyebut, upaya itu sesuai usulan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam rapat terbatas kementerian.
 
"Saat PPKM darurat ini (bansos) dipercepat dan diperluas penerima. Usulan dari Bapak Luhut juga agar menjangkau para penerima BLT sebelumnya, tapi tidak tersentuh bansos. Ini yang kami harapkan agar jangan sampai ada yang tidak tersentuh (bantuan)," jelas Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu beberapa waktu lalu.
 
Adapun Kementerian Sosial menargetkan target per bulannya bantuan sosial tunai (BST) mencapai 10 juta penerima, lalu untuk program Bantuan Pangan Nontunai (BPNG) sebanyak 18,8 juta orang dan Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 10 juta orang.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif