Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Berpotensi Besar, Perusahaan Asal Korea Minat Garap Pasar Stationery Indonesia

Ekonomi investasi BKPM Ekonomi Indonesia Kementerian Investasi
Angga Bratadharma • 10 September 2021 14:51
Jakarta: Perusahaan asal Korea, TITI Co Ltd menilai pasar Indonesia mempunyai potensi bisnis yang besar. Peluang itu siap digarap dan salah satu yang dilakukan ialah bekerja sama dengan PT Kenko Sinar Indonesia sebagai distributor tunggal TITI untuk pasar di Indonesia.
 
Head of Overseas Business TITI Andy Chongsik Li mengatakan kerja sama yang terjalin dengan lantaran Kenko memiliki reputasi yang baik di mata perusahaan stationery luar maupun dalam negeri. Kerja sama yang terjalin diharapkan berdampak positif terhadap laju bisnis di masa mendatang.
 
"Kami melihat Kenko dari Indonesia sudah dikenal memiliki reputasi yang baik dengan prestasi produk yang dipercaya di dalam dan juga luar negeri. Untuk itu kami percaya dengan kerja sama ini kedua perusahaan bisa semakin berkembang," ungkap Andy, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 10 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Digital Development Manager Kenko Sinar Indonesia William Salim mengatakan kedua perusahaan memiliki visi dan tujuan yang sejalan dan kerja sama ini bisa menjadi peluang besar untuk mengembangkan bisnis stationery di pasar Indonesia.
 
"Kerja sama ini tentu menjadi peluang yang besar yang dapat diwujudkan bersama," kata William.
 
Sementara itu, Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi di kuartal II-2021 mencapai Rp223 triliun. Realisasi investasi pada periode ini mengalami pertumbuhan 1,5 persen dari kuartal sebelumnya dan tumbuh 16,2 persen dibandingkan kuartal II-2020.
 
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi investasi di kuartal II tahun ini sudah lebih baik dibandingkan dengan periode sebelumnya. Meski masih dalam situasi pandemi covid-19, investor sudah lebih terbiasa dengan kondisi tersebut.
 
"Saya melihat sejak 2021 di kuartal I ini agak jauh lebih baik, karena apa? Investor baik dari dalam dan luar negeri sudah lebih terbiasa dengan keadaan covid-19, mereka sudah terbiasa," kata Bahlil.
 
Dari realisasi investasi itu, Bahlil menyebut tenaga kerja yang berhasil diserap adalah sebanyak 311.922 orang. Penyerapan tenaga kerja ini mengalami peningkatan sebesar 18,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
 
Sementara dari total realisasi investasi pada kuartal II-2021 ini, ia merinci, Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk adalah Rp116,8 triliun atau 52,4 persen dari total. PMA mengalami pertumbuhan 4,5 persen dari kuartal I-2021 dan 19,6 persen dari kuartal II-2020.
 
"Ini adalah mengindikasikan bahwa dunia itu sudah mulai merasakan terhadap bagaimana adanya pola perubahan regulasi dan manfaat dari perubahan itu," pungkas dia.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif