ilustrasi pertemuan G20 - - Foto: dokumentasi Panitia Presidensi G20
ilustrasi pertemuan G20 - - Foto: dokumentasi Panitia Presidensi G20

Presidensi G20, Indonesia Usulkan Pendanaan Global untuk Kebudayaan

Ekonomi dana bantuan Kebudayaan Indonesia Ketua G20 Pertemuan G20 Presidensi G20 Side Event G20
Faustinus Nua • 26 April 2022 21:30
Jakarta: Indonesia kembali menghadirkan terobosan baru di tengah banyaknya isu penting yang diangkat dalam Presidensi G20. Di sektor kebudayaan, Indonesia mengusulkan adanya pendanaan global untuk membantu pelaku seni dan budaya yang terdampak pandemi covid-19.
 
"Global art and culture recovery fund itu kita usulkan lima tahun. Mulai 2023 sampai 2028 gitu ya," ujar Manajer G20 Culture Ministers Meeting Ananto Kusuma Seta, Selasa, 26 April 2022.
 
Menurutnya, Presidensi Indonesia merupakan momentum untuk memperjuangkan upaya-upaya pemulihan global termasuk di sektor kebudayaan. Sebab, selama pandemi aktivitas budaya atau seni sangat terpuruk lantaran tidak bisa digelar secara offline.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usulan tersebut, kata Ananto, disertai praktik baik yang sudah dilakukan Indonesia. Di sektor kebudayaan, pemerintah melalui Kemendikbud-Ristek telah meluncurkan dana abadi kebudayaan yang dikenal dengan istilah Dana Indonesiana.
 
"Nah tentu peruntukannya adalah fokusnya tadi itu, untuk mengatasi, membantulah gitu, para pelaku budaya yang terkena dampak pandemi secara global. Juga mengangkat kembali budaya-budaya sustainable living yang ada di masing-masing negara dengan cara-cara inovatif yang bisa mengangkat ekonomi lokal, memperbaiki lingkungan, dan juga memperbaiki pranata sosial masyarakat di situ," jelasnya.
 
Tidak berhenti disitu, Indonesia sudah melakukan komunikasi dengan UNESCO untuk mengelola dana tersebut setelah negara-negara anggota menyepakatinya. Langkah itu pun mendapat dukungan UNESCO dengan menyiapkan berbagai mekanisme dan aturan teknisnya.
 
"Sudah dilakukan serangkaian pembicaraan sebelum SOM yang pertama malah. Baik dengan direktur UNESCO Office Jakarta dan juga UNESCO di Paris yang sangat mendukung gagasan ini. Bahkan kemarin di SOM, UNESCO Paris juga menyampaikan di dalam forum itu tentang kesediaannya mengelola dana kebudayaan itu setelah nanti disepakati, disetujui oleh negara-negara di G20," lanjutnya.
 
Ananto menambahkan bahwa pendanaan global di sektor kebudayaan itu juga akan terbuka bagi negara non-G20. Sehingga, semua pelaku budaya bisa mengaksesnya dan membantu mereka memulihkan kembali sektor seni dan budaya yang terdampak pandemi.
 
Sekretaris Dirjen Kebudayaan Fitra Arda menyampaikan bahwa negara-negara G20 memang mendukung agenda kebudayaan. Sebelumnya, pada pertemuan di Roma, isu kebudayaan seperti pelindungan, pelestarian dan dukungan bagi pekerja budaya memang mendapat tanggapan positif.
 
Indonesia, pada kesempatan ini bisa menjadi motor untuk mendorong negara-negara G20 segera mewujudkan pendanaan global di sektor kebudayaan. Dana Indonesiana diharapkan menjadi inspirasi bersama.
 
"Mudah-mudahan inspirasi melalui Dana Indonesiana, kita bisa mengajak negara-negara anggota. Apakah pengelolaan melalui UNESCO dan lainnya, kita mendukung penuh," kata dia.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif