Ilustrasi PPKM - - Foto: dok MI
Ilustrasi PPKM - - Foto: dok MI

Pemerintah Perpanjang PPKM Selama 2 Pekan ke Depan

Ekonomi Airlangga Hartarto pandemi covid-19 Protokol Covid-19 PPKM luar Jawa-Bali PPKM Diperpanjang Idulfitri 1443
Eko Nordiansyah • 25 April 2022 22:14
Jakarta: Pemerintah memperpanjang Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyakarat (PPKM) untuk dua pekan ke depan. Perpanjangan kebijakan PPKM ini dilakukan demi menjaga situasi pandemi covid-19 yang semakin terkendali menjelang hari raya Idulfitri yang jatuh pada awal Mei 2022.
 
"Pemerintah memutuskan memperpanjang PPKM untuk periode waktu pelaksanaan 14 hari ke depan yaitu dari 26 April sampai 9 Mei 2022," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya, Senin, 25 April 2022.
 
Kriteria penerapan Level PPKM di luar Jawa-Bali yaitu berdasarkan 'Level Situasi Pandemi Covid-19' yang memperhitungkan transmisi komunitas yaitu jumlah kasus, kematian, rawat inap, serta kapasitas respon yang meliputi testing, tracing, treatment/BOR.
 
Selanjutnya, juga dilihat berdasarkan Tingkat Vaksinasi Dosis-2 minimal 45 persen, dan Vaksinasi Lansia Dosis-1 minimal 60 persen. Kabupaten/Kota yang tidak memenuhi ambang batas akan dinaikkan satu Level PPKM-nya, dengan pengecualian bagi Kabupaten/Kota dengan Jumlah Penduduk kurang dari 200 ribu orang dan memiliki Kasus Konfirmasi kurang dari 2 kasus per 100 ribu penduduk.
 
Dengan demikian, komposisi Level PPKM pada 386 Kabupaten/Kota di luar Jawa-Bali untuk periode PPKM 26 April-9 Mei 2022 adalah PPKM Level 1 meningkat dari 84 menjadi 131 Kabupaten/Kota, PPKM Level 2 menurun dari 259 menjadi 216 Kabupaten/Kota, dan PPKM Level 3 menurun dari 43 menjadi 39 Kabupaten/Kota.
 
Berdasarkan evaluasi per 23 April 2022, Transmisi Komunitas terus terjaga rendah di Level 1, dengan TK Kasus Konfirmasi dan Tingkat Kematian pada 27 Provinsi di luar Jawa-Bali juga berada di Level 1. Namun, masih ada 14 Provinsi yang memiliki Kapasitas Respon “Terbatas” akibat Testing atau Tracing yang terbatas pula, dan 10 Provinsi lain di kategori “Sedang”, dan 3 Provinsi “Memadai”.
 
Perkembangan Level Asesmen Provinsi, yakni Level Asesmen 4 nol provinsi, Level Asesmen 3 sebanyak lima provinsi, Level Asesmen 2 sebanyak 20 provinsi), dan Level Asesmen 1 sebanyak dua provinsi yakni Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
 
"Sementara, hasil evaluasi pada 386 Kabupaten/Kota di luar Jawa-Bali adalah tidak ada Kabupaten/Kota yang masuk Level 4, kemudian jumlah Kabupaten/Kota di Level 3 dan 2 menurun, diikuti dengan jumlah Kabupaten/Kota Level 1 meningkat," ungkapnya.
 
Jika dirinci, situasi Covid-19 Level 4 terdapat di nol Kabupaten/Kota, Level 3 yakni dua Kabupaten/Kota dari sebelumnya lima Kabupaten/Kota, Level 2 yaitu 241 Kabupaten/Kota dari sebelumnya 278 Kabupaten/Kota, serta Level 1 yakni 143 Kabupaten/Kota dari sebelumnya 103 Kabupaten/Kota.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif