Smelter. Foto : AFP.
Smelter. Foto : AFP.

Konstruksi Proyek Smelter di Sumbawa Barat NTB Mulai Juli 2022

Antara • 28 Juni 2022 21:48
Sumbawa Barat: PT Amman Mineral Industri (AMIN) menyatakan, konstruksi pembangunan proyek smelter di Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan dimulai pada Juli 2022 dengan pemasangan tiang pancang.
 
"Pembangunan camp yang telah berlangsung sejak awal kuartal kedua tahun ini berjalan sesuai dengan target. Kami merencanakan camp ini dapat selesai di Oktober 2022," kata Vice President Corporate Affairs PT AMIN, Aditya Mandala dikutip dari Antara, Selasa, 28 Juni 2022.
 
AMIN melakukan pertemuan dengan Bupati Sumbawa Barat, Musyafirin MM dan Kepala OPD untuk menyampaikan kemajuan pembangunan proyek smelter yang akan memasuki tahapan konstruksi utama di Gedung Graha Fitrah.
 
baca juga: Freeport Indonesia: Progres Pembangunan Smelter Sudah 30% 

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Vice President Corporate Affairs PT AMIN Aditya Mandala, serta perwakilan PT PIL, PT KTI, dan PT JGC Indonesia yang merupakan kontraktor proyek smelter dan fasilitas pendukungnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kontraktor terkait sudah mulai memasuki lokasi konstruksi, pembangunan jalan telah dimulai, dan pabrik batching beton juga telah disiapkan," kata Aditya.
 
Disebutkan, pesanan pembelian untuk semua peralatan berfungsi kritikal dengan waktu pengiriman sangat lama telah dieksekusi. Untuk itu kami berinisiatif untuk melakukan pertemuan dengan Pemerintah Daerah untuk MuklMulaMmembahas berbagai aspek terkait konstruksi, termasuk proses rekrutmen, sehingga dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
 
Pihaknya juga berkomitmen untuk mematuhi peraturan yang berlaku baik di level pusat dan daerah, salah satunya adalah dalam memprioritaskan rekrutmen tenaga kerja lokal.
 
"Hasil verifikasi kemajuan proyek untuk Januari 2022 telah mencapai 35,55 persen (smelter) dan 39,67persen (PMR)," katanya.
 
Sementara Bupati Sumbawa Barat, Dr.Ir Musyafirin, MM mengapresiasi inisiatif pertemuan tersebut, sehingga pemerintah dapat memberikan dukungan yang optimal sesuai dengan tahapan kegiatan pembangunan.
 
“Kami berharap pertemuan ini dapat menjawab berbagai pertanyaan di benak masyarakat mengenai kelanjutan proyek smelter," katanya.
 
Capaian tahapan pembangunan camp dan rencana konstruksi smelter merupakan bukti nyata konsistensi dan komitmen perusahaan dalam merealisasikan proyek strategis nasional tersebut. Terkait ketenagakerjaan, sesuai dengan peraturan di wilayah KSB, rekrutmen akan dilakukan melalui mekanisme satu pintu.
 
"Kami sudah mendapatkan data jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dan keterampilan apa saja yang dibutuhkan dari PT AMIN dan kontraktornya," katanya.
 
Rekrutmen akan dilakukan secara bertahap dan tidak sekaligus, sehingga pihaknya menghimbau masyarakat untuk mengikuti perkembangan informasi yang akan disampaikan oleh pemerintah dan bersiap untuk mengikuti proses seleksi yang ada.
 
"Dari total kebutuhan tenaga kerja, serapan tenaga kerja lokal untuk konstruksi smelter dapat mencapai 1.200 orang," katanya.
 
Kebutuhan tenaga kerja akan naik bertahap dan mencapai puncaknya di kisaran tahun kedua. Jumlah serapan tenaga kerja akan mulai menurun menjelang akhir konstruksi.
 
"Kami juga mengharapkan bantuan pemerintah dalam hal jaminan kepastian perizinan serta upaya sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat setempat agar tercipta situasi yang aman serta kondusif, sehingga kami dapat menyelesaikan proyek ini sesuai dengan apa yang telah diamanatkan oleh pemerintah,” katanya.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif