Ilustrasi. AFP PHOTO/Bay ISMOYO
Ilustrasi. AFP PHOTO/Bay ISMOYO

KCIC Pede Rencana Pemindahan IKN Tak Pengaruhi Penumpang Kereta Cepat

Eko Nordiansyah • 13 Februari 2022 15:32
Jakarta: PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengaku tak khawatir dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) terhadap potensi penumpang di Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Ada beberapa alasan yang membuat proyeksi permintaan KCJB tetap tinggi.
 
Presiden Direktur KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan dampak pemindahan Ibu Kota terhadap penurunan permintaan tidak begitu besar. Apalagi Jakarta masih menjadi pusat ekonomi, bisnis, perdagangan, dan tetap menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Selain itu, ada juga pertumbuhan daerah industri di sepanjang trase yang dilalui KCJB.
 
"Pemindahan IKN tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah penumpang mengingat Kota Jakarta masih tetap menjadi kota perdagangan utama dan akan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitarnya," kata dia, dalam keterangan resminya, Minggu, 13 Februari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KCIC menggandeng Polar UI untuk melakukan riset demand forecast penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Riset ini dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini tingkat permintaan dan prediksi penumpang setelah adanya pandemi covid, hingga perubahan asumsi menyesuaikan dengan kondisi yang ada.
 
Dalam riset demand forecast yang dilakukan Polar UI pada 2021, diketahui jika penumpang harian KCJB mencapai lebih dari 30 ribu. Angka ini cukup baik meski menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan hasil riset yang dilakukan sebelumnya tim LAPI ITB di awal proyek, yang mencapai 61 ribu penumpang per hari.
 
"Tim dari Polar UI sudah melakukan riset demand forecast KCJB. Hasilnya ada di angka 30 ribu penumpang per hari. Angkanya memang menurun dibandingkan dengan riset dari tim LAPI ITB. Ini disebabkan karena riset Polar UI sangat mempertimbangkan kondisi pandemi dan dampak turunannya," ujar dia.

Imbas dari pandemi covid-19

Ia mengakui, imbas dari pandemi covid-19 terhadap demand forecast dapat dirasakan hingga lima tahun ke depan. Hal itu juga tergantung dengan kondisi pandemi di Tanah Air, yang diharapkan bisa segera berakhir sehingga memulihkan kondisi mobilitas masyarakat dan juga perekonomian.
 
"Berdasarkan situasi pendemi saat ini, pengaruhnya terhadap prediksi penumpang KCJB bisa saja dirasakan sampai lima tahun ke depan," tuturnya.
 
"Perhitungan demand forecast yang terkini menggunakan pendekatan serta asumsi pertumbuhan yang konservatif terutama di lima tahun pertama masa pengoperasian, dan tentu kami terus berharap pandemi ini segera usai sehingga mobilitas warga bisa kembali normal," tambahnya.
 
Meski demikian, Dwiyana menyebut, potensi pertumbuhan ekonomi yang cukup baik tahun ini akan memberikan dampak positif. Bahkan tren pemulihan ekonomi ini diharapkan bisa berlanjut sehingga bisa mendorong arus mobilitas masyarakat, terutama yang akan menggunakan kereta cepat Jakarta Bandung.
 
"Hal ini tentunya akan menjadi harapan baru ke depan, walaupun dalam lima tahun pertama pertumbuhan penumpang diasumsikan kecil (konservatif), namun di tahun berikutnya diharapkan akan ada masa mobilitas orang akan membaik seiring dengan menggeliatnya perekonomian kita pascacovid," pungkas dia.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif