Ilustrasi salah satu Pertashop yang ada di daerah. Foto: dok. Pertamina
Ilustrasi salah satu Pertashop yang ada di daerah. Foto: dok. Pertamina

Modal Rp200 Juta, Pemerintah Minta BUMD Ambil Peluang Pembangunan Pertashop

Desi Angriani • 23 Desember 2021 13:51
Jakarta: Pemerintah meminta BPH Migas dan PT Pertamina (Persero) mengintensifkan pembangunan Pertashop demi mencegah kelangkaan bahan bakar di wilayah pelosok.
 
Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan dengan modal investasi per unit sebesar Rp200 juta, Badan Usaha Milik Desa (BUMD) diminta memanfaatkan peluang tersebut.
 
"Program Pertashop yang saat ini sedang dilaksanakan Pertamina bisa masuk ke pelosok-pelosok. Saya rasa ini harus dipercepat, dengan nilai investasi per unit sebesar 200 juta rupiah, saya rasa Badan Usaha Milik Desa (BUMD) bisa merespon hal ini, memanfaatkan peluang ini, dan bisa menyiapkannya di tiap tiap desa," ujar Arifin dalam keterangan resmi, Kamis, 23 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arifin menuturkan tersedianya pasokan energi yang memadai melalui pembangunan Pertashop maupun program BBM satu harga akan meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
 
"Fungsi energi adalah menjadi penggerak ekonomi, karena itu jangan sampai energi ini tidak tersedia. Kita harus terus dan meningkatkan kontribusi kepada masyarakat," tegas Arifin.
 
Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina Mulyono menjelaskan BBM bagi masyarakat di daerah terpencil dijual dengan skema berbeda. Misalnya, Stasiun Pengisian Bahan Bahan Bakar Umum (SPBU) BBM Satu Harga menjual BBM Bersubsidi, sementara Pertashop menjual BBM Non Subsidi termasuk LPG.
 
"Tim Pertamina akan mendatangi Bupati di daerah-daerah, kita akan tanyakan mana daerah-daerah yang perlu disediakan Pertashop," ujar Mulyono.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif