Pupuk Indonesia. Istimewa
Pupuk Indonesia. Istimewa

Transformasi Bisnis Bikin EBITDA Pupuk Indonesia Meroket Jadi Rp13,91 Triliun

Husen Miftahudin • 01 April 2022 23:02
Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan peningkatan kinerja EBITDA atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi, yang cukup signifikan pada 2021. Nilai EBITDA tersebut mencapai Rp13,91 triliun atau meningkat sebesar 41 persen dari tahun sebelumnya senilai Rp9,81 triliun.
 
SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan, program transformasi yang dilakukan perusahaan telah menimbulkan dampak yang positif terhadap peningkatan EBITDA dibandingkan baseline 2020.
 
Total EBITDA uplift dari program transformasi mencapai Rp1,03 triliun. Angka tersebut berasal dari program-program seperti transformasi digital, retail management, program Makmur, sentralisasi pengadaan dan pemasaran, optimalisasi aset, dan program digitalisasi rantai pasok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lewat program retail management, kami memperkenalkan dan memudahkan akses produk-produk nonsubsidi kepada petani, memberikan benefit model bagi kios dan distributor, serta meningkatkan program kerja sama promosi dengan kios-kios. Dan yang terpenting, adalah meningkatkan jaminan ketersediaan produk di kios," ujar Wijaya dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 April 2022.
 
Lebih lanjut Wijaya menjelaskan bahwa program retail management dan program Makmur berkontribusi besar terhadap peningkatan penjualan pupuk retail, yaitu total sebesar 390 ribu ton Urea dan 247 ribu ton NPK.
 
"Selain itu didukung juga dengan digitalisasi di berbagai bidang yang turut meningkatkan efisiensi supply chain, serta perubahan model bisnis menjadi activist holding yang dapat menyelaraskan operasional anak perusahaan dengan strategi holding," jelasnya.
 
Program lain yang berkontribusi besar terhadap EBITDA uplift ini adalah sentralisasi pengadaan dan pemasaran. Lewat program ini, Pupuk Indonesia dapat lebih baik dalam mengoptimalisasi rantai pasok di perusahaan.
 
"Mulai dari pengadaan bahan baku, jadwal perbaikan pabrik, permintaan pasar, potensi ekspor dan lain sebagainya. Sehingga baik proses pengadaan bahan baku maupun penjualan produk betul-betul memberikan hasil yang optimal," tutur Wijaya.
 
Peningkatan EBITDA tersebut juga turut didorong oleh program transformasi digital. Diantaranya adalah implementasi data science, optimalisasi distribusi dan pergudangan (logistik) dengan menggunakan tools digital, pemanfaatan aplikasi digital penebusan pupuk komersil online Retail Management System (RMS) di berbagai daerah, hingga digitalisasi monitoring rantai pasok.

 
"Ke depan, Pupuk Indonesia akan terus merealisasikan berbagai program transformasi bisnis lainnya untuk meningkatkan EBITDA. Di antaranya adalah dengan terus mendekatkan diri dengan pelanggan dan meningkatkan realisasi penjualan pupuk retail komersil, memperluas program Makmur menjadi 250 ribu hektare, hingga diversifikasi usaha produk non-pupuk dengan melakukan revamping pabrik PT Pupuk Kaltim (PKT-2), operasional pabrik Ammonium Nitrate PKT, serta pabrik NPK PT Pupuk Iskandar Muda (PIM)," tutup Wijaya.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif