Presiden Direktur UOB Indonesia Hendra Gunawan (Foto:Dok)
Presiden Direktur UOB Indonesia Hendra Gunawan (Foto:Dok)

UOB Indonesia Yakin Reformasi Struktural Pasca Pandemi Jadi Kunci Percepatan Pemulihan Ekonomi

Ekonomi bank uob indonesia UOB Economic Outlook 2022
Rosa Anggreati • 17 September 2021 10:47
Jakarta: UOB Indonesia optimistis perekonomian Indonesia akan membaik. Bahkan, UOB Indonesia memproyeksikan perekonomian Indonesia akan tumbuh setidaknya lima persen pada 2022.
 
Sebab, saat ini pemerintah Indonesia terus melanjutkan reformasi struktural, menciptakan aliran pendapatan komoditas yang berkelanjutan, memanfaatkan konsumsi domestik yang kuat, serta memanfaatkan konektivitas dengan rantai nilai global.
 
Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi nasional juga ditopang oleh dukungan yang luas dari pemerintah dan sektor swasta dalam mereformasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
 
Upaya bersama dalam membantu UMKM mendapatkan akses yang lebih baik terhadap perangkat dan layanan digital, pembiayaan, serta bermitra dengan perusahaan besar akan memungkinkan UMKM berkontribusi lebih banyak terhadap perekonomian nasional dan memainkan peranan yang lebih besar pada tingkat regional, bahkan global.
 
Hal ini mengemuka pada seminar UOB Economic Outlook 2022 yang diselenggarakan secara virtual belum lama ini.
 
Pada seminar yang mengangkat tema Empowering the Indonesian Economy for Stronger Recovery, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajak dunia perbankan dan para pelaku usaha untuk segera melakukan ekspansi, mengucurkan kredit dan menggiatkan dunia usaha di tengah pemulihan ekonomi.
 
"Pandemi harus kita jadikan momentum untuk transformasi ekonomi Indonesia. Kita juga akan terus mengembangkan ekonomi berkelanjutan melalui green economy dan blue economy. Selain itu, kita memiliki peluang tumbuh lebih tinggi dengan potensi pasar ekspor masih terbuka lebar, didukung oleh mitra dagang yang mulai pulih pada kuartal kedua. Mari kita manfaatkan semua peluang ini dengan sigap untuk menggeliatkan ekonomi dengan terus menjaga kesehatan agar tercipta pertumbuhan yang berkelanjutan dan merata," kata Presiden Jokowi.
 
Kegigihan pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi menuai decak kagum dari Deputy Chairman dan CEO UOB, Wee Ee Cheong.
 
“Kami sangat mengagumi kemajuan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dalam mengatasi pandemi. Ke depannya, kami melihat peluang yang akan muncul di bidang konektivitas, digitalisasi, dan keberlanjutan. Dengan basis kuat yang didukung talenta muda yang memiliki visi panjang, terampil, dan cakap digital, serta daya beli yang kuat, Indonesia akan mampu memanfaatkan peluang ini serta memainkan peran yang penting di kawasan regional," ucap Wee Ee Cheong.
 
Pada kesempatan yang sama, Ekonom UOB, Enrico Tanuwidjaja, memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih kuat di tengah pulihnya permintaan domestik dan eksternal yang menguntungkan, serta didukung kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, dan belanja infrastruktur yang berkelanjutan.
 
"Peningkatan vaksinasi secara gencar di Tanah Air juga akan mendorong pelonggaran sejumlah pembatasan kegiatan sosial dan ekonomi domestik. Reformasi struktural pada tahap lanjut yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan investasi, peningkatan ekspor bersih, serta upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan akan berperan sangat penting terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pandemi," kata Enrico Tanuwidjaja.
 
Enrico juga menggarisbawahi pentingnya memberdayakan UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
 
UMKM merupakan kontributor utama dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB Indonesia dan lebih dari 97 persen dari total tenaga kerja produktif. Namun, UMKM saat ini tengah menghadapi kendala dalam melayani kebutuhan dan preferensi konsumsi masyarakat Indonesia yang jumlahnya terus meningkat.
 
"UMKM Indonesia perlu melakukan reformasi di tiga bidang strategis agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian dan mencatatkan kemajuan yang berarti. Bidang-bidang tersebut, yaitu digitalisasi, akses kredit, dan kolaborasi dengan perusahaan besar di dalam dan di luar Indonesia," kata Enrico.
 
Presiden Direktur UOB Indonesia Hendra Gunawan menambahkan bahwa dengan adanya reformasi struktural utama, Indonesia diyakini berada pada posisi yang tepat untuk memaksimalkan potensi dan menarik lebih banyak investasi domestik dan asing.
 
"Di UOB Indonesia, kami hadir untuk mendukung nasabah kami di Indonesia serta mereka yang ingin berekspansi ke Indonesia maupun ke seluruh kawasan regional dengan memanfaatkan kekuatan jaringan luas UOB Group. Dengan demikian, kami akan membantu berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia dan di kawasan regional,” ujar Hendra Gunawan.
 
Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia juga turut memberikan keynote speech. Tamu lain yang juga hadir antara lain Y.M. Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo, Menteri Perdagangan Republik Indonesia Muhammad Lutfi, dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Teten Masduki, serta sejumlah pemimpin dari dunia industri dan bisnis. Lebih dari 3 ribu peserta menghadiri acara tahunan UOB ini.
 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif