Ilustrasi aktivitas pengeboran sumur migas - - Foto: dok Pertamina
Ilustrasi aktivitas pengeboran sumur migas - - Foto: dok Pertamina

Mantap, Pertamina Temukan Cadangan Gas dari Pengeboran Sumur West Penyu

Suci Sedya Utami • 14 Agustus 2021 14:27
Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan PT Pertamina EP menemukan cadangan hidrokarbon dari kegiatan pengeboran sumur eksplorasi West Penyu (WPY)-001 di Desa Samalore, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
 
Dengan adanya temuan tersebut, success ratio pengeboran sumur eksplorasi konvensional Indonesia pada 2021 menjadi sebesar 75 persen dari aktivitas delapan sumur pengeboran. Status enam sumur discovery dan dua sumur dry.
 
“Setelah proses ini, KKKS akan melakukan evaluasi data hasil lapangan untuk memastikan besaran cadangan di kawasan tersebut. Untuk mendapatkan data yang lebih pasti, kami juga mengusulkan agar data dievaluasi berdasarkan data Seismik 3D Pesut Mas yang diakuisisi pada 2019 dan diusulkan untuk mengkonfirmasi keberadaan hidrokarbon pada batugamping Formasi Minahaki berumur Miosen Tengah,” kata Kepala Divisi Pemboran SKK Migas, Surya Widyantoro dalam keterangan resmi, Sabtu, 13 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 14 Mei lalu, Sumur WPY-001 mulai dibor dengan trayek bor miring (directional) dari lokasi Sumur Penyu-001 (yang dibor pada 2017) ke arah barat laut menuju titik target dengan rencana kedalaman akhir pada 2.390 meter di bawah permukaan tanah (Measure Depth).
 
Proses pemboran dilaksanakan selama 62 hari pada 10 Juli, sumur WPY-001 mencapai titik kedalaman akhir 2.420 meter. Setelah dilakukan evaluasi petrofisika oleh Pertamina EP, lebih lanjut diusulkan dua interval Uji Kandung Lapisan (UKL) dengan hasil pertama UKL#1 pada kedalaman 2.315-2.324 meter pada lapisan batugamping Formasi Minahaki.
 
Hasil uji alirnya sebesar 5.5 standar kaki kubik per hari (mmscfd) gas dan 72 barel per hari (bph) kondensat. Kedua UKL#2 pada kedalaman 744-747 meter pada lapisan batugamping M52, Formasi Kintom, dengan hasil uji alir sebesar 5.21 mmscfd gas dan  12 bpd kondensat.
 
Saat ini Sumur WPY-001 sedang mempersiapkan proses penutupan sumur dan diperkirakan rig pemboran akan meninggalkan lokasi pada 17 Agustus 2021. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi perhitungan sumberdaya berdasarkan hasil pemboran yang dilakukan.
 
Sumur temuan
 
Sejak Januari hingga pertengahan Agustus 2021, telah dilakukan 15 pengeboran sumur eksplorasi dengan status sembilan sumur (delapan sumur konvensional dan satu sumur CBM) telah sampai kedalaman akhir dan enam sumur masih dalam pengeboran. Dari sejumlah sumur yang telah selesai dibor atau mencapai kedalaman akhir  tersebut, terdapat enam sumur yang mendapatkan temuan.
 
Enam sumur tersebut, yang pertama Sumur Hidayah-1 di WK North Madura II yang dikelola Petronas yang menemukan cadangan minyak; kedua sumur Fanny di WK Offshore South East Sumatra yang dikelola PHE OSES menemukan cadangan gas; ketiga MSDE-01 di Wilayah Kerja (WK) atau Blok Malacca Strait oleh MP Malacca yang menemukan cadangan gas;
 
Keempat Maha-2 di WK West Ganal yang dikelola oleh Eni West Ganal dan menemukan cadangan gas; kelima sumur Pakuaji-2 di South Jambi B yang dikelola oleh Jindi (South Jambi) yang menemukan cadangan gas. Temuan keenam adalah yang dilaporkan Pertamina EP. Dengan adanya temuan tersebut, success ratio pemboran Eksplorasi Indonesia tahun 2021 adalah sebesar 75 persen.

 
“Pada 2021 kami berencana mengebor 40 sumur eksplorasi. Semoga kami menemukan cadangan-cadangan baru pada kegiatan pemboran lain,” jelas Surya.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif