Pupuk Bersubsidi. Foto: MI/Safir.
Pupuk Bersubsidi. Foto: MI/Safir.

Pemerintah Jaga Harga Pupuk Subsidi Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global

Arif Wicaksono • 08 April 2026 11:43
Jakarta: Pemerintah memastikan harga pupuk subsidi tidak akan mengalami kenaikan, meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu penutupan jalur strategis Selat Hormuz.
 
Langkah ini diambil untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian dan melindungi petani dari tekanan biaya.
 
Baca juga:  Cara Mudah Tebus Alokasi Pupuk Bersubsidi  

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stabilitas harga pupuk merupakan prioritas pemerintah. Ia menyebut kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
 
"Aman, aman (harga pupuk tidak akan terkoreksi). Kenapa? Itu perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto)," kata Mentan kepada awak media seusai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI dikutip dari Antara

Tak hanya menjaga harga, pemerintah juga telah menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen kebijakan yang diklaim sebagai langkah besar dalam sejarah sektor pertanian nasional. Di saat yang sama, volume pupuk subsidi juga ditingkatkan guna memastikan kebutuhan petani tetap terpenuhi.
 
Sepanjang 2026, pemerintah menyiapkan total 9,8 juta ton pupuk subsidi yang akan didistribusikan kepada sekitar 14,1 juta petani di seluruh Indonesia. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian di tengah tekanan global yang kian meningkat.
 
Dari sisi pasokan, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, memastikan kondisi stok nasional tetap dalam batas aman. Saat ini, cadangan pupuk tercatat mencapai 1,29 juta ton, sementara seluruh fasilitas produksi beroperasi normal.
 
Menurut Rahmad, meskipun Selat Hormuz memainkan peran penting dalam distribusi pupuk global, menyumbang sekitar 30 persen perdagangan dunia, Indonesia relatif tidak terdampak. Hal ini ditopang oleh kemandirian industri pupuk dalam negeri yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
 
Ia bahkan menilai, di tengah terganggunya rantai pasok global, Indonesia justru berada dalam posisi strategis. “Beberapa negara seperti Brasil, India, Australia, Thailand, hingga Amerika Serikat mulai merasakan tekanan pasokan. Namun Indonesia tetap stabil,” jelasnya.
 
Sebelumnya, dalam forum berbeda, Rahmad juga menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi tidak akan mengalami perubahan, meskipun dinamika global terus berlangsung.
 
Dengan kombinasi kebijakan harga yang terkendali dan pasokan yang terjaga, pemerintah berharap sektor pertanian nasional tetap tangguh menghadapi ketidakpastian global.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan