Ilustrasi. Foto: Unplash
Ilustrasi. Foto: Unplash

Tak Ada Kata Terlambat! Begini Cara Maksimalkan Penjualan di Bulan Ramadan

Annisa ayu artanti • 24 Februari 2026 13:28
Ringkasnya gini..
  • Mengatur strategi yang tepat bisa genjot penjualan saat Ramadan.
  • Sahur, Zuhur, dan jelang buka jadi momen emas untuk optimalkan promosi.
  • Gunakan insight data agar kampanye Ramadan lebih tepat sasaran dan cuan.
Jakarta: Ramadan selalu jadi momentum emas bagi pelaku usaha. Namun jika bulan puasa sudah berjalan hampir satu minggu dan kamu merasa belum maksimal memanfaatkannya, jangan khawatir. Masih ada waktu untuk mengoptimalkan strategi agar bisnismu tetap laris manis hingga akhir Ramadan.
 
Bagi pemilik usaha, Ramadan bukan hanya momen peningkatan konsumsi, tapi juga periode krusial untuk mengoptimalkan performa bisnis melalui strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.
 
Perubahan rutinitas harian selama bulan puasa membuat perilaku audiens ikut bergeser, termasuk dalam cara waktu mereka mengakses konten digital. Karena itu, memahami pola perilaku konsumen menjadi kunci agar strategi promosi tidak sekadar tayang, tetapi benar-benar menghasilkan konversi.

Perilaku digital berubah selama Ramadan

Merangkum laman Telkomse, Selasa, 24 Februari 2026, Selama bulan puasa, aktivitas digital bergeser mengikuti waktu ibadah, istirahat, dan kebiasaan baru yang muncul selama Ramadan. Inilah mengapa waktu penayangan iklan menjadi faktor krusial.

Dengan memahami kapan audiens paling aktif dan responsif, brand maupun UMKM dapat menyesuaikan strategi komunikasi agar pesan yang disampaikan lebih relevan dan efektif.
 
Untuk membantu pelaku usaha membaca perubahan ini, Telkomsel melalui Telkomsel Enterprise menghadirkan laporan DigiAds Ramadan Insight 2026: Weaving Threads of Impact to Win Ramadan.
 
Baca juga: Tak Pernah Sepi! 4 Bisnis Ramadan Paling Laris Setiap Tahun

Waktu terbaik beriklan di bulan Ramadan

Analisis DigiAds Ramadan Insight 2026 menunjukkan pola waktu tertentu yang secara konsisten mencatat engagement lebih tinggi dibanding jam lainnya. Ini bisa jadi panduan penting untuk mengatur promosi.
 
1. Waktu Sahur (03.00-05.00 WIB)
Pada waktu sahur, aktivitas digital meningkat lebih dari 87 persen, sementara trafik TV naik lebih dari 88 persen. Banyak orang sudah terbangun dan mengakses konten sebelum memulai aktivitas.
 
Di jam ini, audiens cenderung menikmati konten ringan seperti media sosial dan video singkat. Fokus mereka relatif tinggi karena belum terdistraksi pekerjaan.
 
Strategi yang cocok:
- Bangun awareness
- Gunakan pesan singkat dan relevan
- Perkuat top of mind brand
 
2. Waktu Zuhur (11.00-14.00 WIB)
Memasuki siang hari, aktivitas browsing dan media sosial kembali meningkat saat jam istirahat. Audiens memanfaatkan momen ini untuk mencari informasi dan membandingkan produk.
 
Di periode ini, konten informatif dan edukatif lebih efektif.
 
Strategi yang cocok:
- Edukasi manfaat produk
- Tampilkan testimoni
- Perkenalkan produk baru
 
3. Menjelang buka puasa (16.00-19.00 WIB)
Ini adalah prime time Ramadan. Tingkat engagement tertinggi terjadi menjelang berbuka, terutama untuk kategori belanja dan hiburan.
 
Audiens cenderung lebih responsif terhadap promo dan lebih cepat mengambil keputusan.
 
Strategi yang cocok:
- Berikan promo terbatas
- Gunakan call to action yang jelas
- Optimalkan diskon dan flash sale

Siapa audiens paling responsif?

Berdasarkan analisis 8,7 juta klik dan tap dari kampanye Ramadan, audiens dengan konversi tertinggi didominasi oleh 94 persen beragama Islam.
 
Komposisinya terdiri dari milenial (39 persen), Gen X (29 persen), dan Gen Z (23 persen).
Wilayah dominan adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara.
 
Adapun karakter digital mereka adalah sebanyak 58 persen aktif di media sosial, 17 persen rutin berbelanja online, dan 14 persen pengguna layanan keuangan digital.
 
Insight ini penting untuk menyusun strategi targeting yang lebih presisi, baik dari sisi demografi, lokasi, maupun perilaku digital.
 
Ramadan bukan sekadar momentum promosi musiman. Bulan ini membuka peluang besar untuk memahami perilaku konsumen dan mengoptimalkan strategi pemasaran berbasis data.
 
Dengan insight yang tepat tentang kapan audiens aktif dan bagaimana mereka berinteraksi dengan konten digital, brand dapat mengoptimalkan seluruh tahapan customer journey, mulai dari awareness hingga konversi.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan