Ilustrasi permintaan gas berkurang imbas covid-19 - - Foto: Antara/ Rahmad
Ilustrasi permintaan gas berkurang imbas covid-19 - - Foto: Antara/ Rahmad

Permintaan Gas Berkurang Imbas Covid-19

Ekonomi gas lng
Suci Sedya Utami • 17 April 2020 13:43
Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan pandemi covid-19 membuat permintaan terhadap gas bumi berkurang.
 
Kapala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan terjadi penundaan pembelian gas, baik dalam bentuk gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) ataupun gas pipa.
 
"Saya kira tentu saja permintaan jauh berkurang," kata Dwi di Jakarta, Kamis, 16 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dwi mengatakan penurunan permintaan ini pun berdampak pada optimalisasi lifting atau produksi siap jual gas. Di kuartal pertama, lifting gas tercatat sebesar 5,866 juta standar kaki kubik (mmscfd) dari target APBN 6,670 mmscfd.
 
Hingga akhir tahun lifting-nya pun diperkirakan hanya sebesar 5,959 mmscfd. Penurunan permintaan akan memengaruhi harga jual gas. Namun pihaknya akan memprioritaskan kontrak migas agar menggunakan perhitungan harga lama.
 
"Lifting gas sangat terpukul sekali di berbagai wilayah, termasuk menurunnya permintaan dari Singapura," tutur Dwi.
 
Sementara itu, Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Arief Handoko mengatakan pihaknya berupaya untuk meningkatkan penyerapan pembelian. Salah satunya dengan memberikan fleksibilitas berupa diskon ke Singapura yang membeli di atas take or pay (TOP).

 
Pada kuartal I ini ada 24 kargo LNG dari proyek Tangguh dan 30 kargo dari proyek Bontang. Hingga akhir tahun diharapkan ada 85 kargo dari Bontang dan 120 kargo dari Tangguh.
 
Akibat covid-19, terdapat uncommitted terdapat tujuh kargo di proyek Bontang. Tiga di antaranya, kata Arief sudah ditenderkan dan dijual meski memang harga LNG sedang rendah di bawah USD3. Sementara empat kargo lain yang uncommited lantaran adanya maintenance di Bontang
 
"Sedang kita lihat apakah kita simpan dulu, kita tidak produksi dulu," ujar dia.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif