Ilustrasi vaksin covid-19. Foto: Medcom.id
Ilustrasi vaksin covid-19. Foto: Medcom.id

Begini Rencana Pemerintah untuk Penyediaan dan Distribusi Vaksin Covid-19

Ekonomi Bio Farma kemenkes vaksin covid-19
Eko Nordiansyah • 15 Oktober 2020 19:21
Jakarta: Pemerintah telah memiliki rencana untuk penyediaan dan pendistribusian vaksin covid-19. Termasuk didalamnya soal supplier vaksin, distributor, penerima vaksin sesuai prioritas Kementerian Kesehatan, hingga ketersediaan vaksin sampai tahun depan.
 
Hal ini terungkap dari paparan Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Moekti Prasetiani Soejachmoen dalam webinar di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020. Rencana ini bersumber dari Kementerian Kesehatan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 Tahun 2020.
 
Perpres tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo sejak pekan lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di dalam bagan tersebut, supplier vaksin covid-19 berasal dari Sinovac, Sinopharma, dan GAVI-CEPI. Adapun untuk distributor oleh Kementerian Kesehatan dilakukan melalui perusahaan BUMN bidang farmasi, yaitu Bio Farma, Indofarma, dan Kimia Farma.
 
Untuk prioritas penerima vaksin terdiri dari tenaga medis, paramedis, TNI/Polri, dan aparat penegak hukum sebanyak 3,49 juta orang. Kemudian ada tokoh agama dan perangkat daerah 5,62 juta orang, tenaga pendidik 4,36 juta orang, pemerintah termasuk pemerintah pusat, daerah, dan legislatif 2,31 juta orang.
 
Selain itu ada peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari BPJS Kesehatan yang berjumlah 86,82 juta orang, serta masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya sebanyak 57,55 juta orang.
 
Sementara target kumulatif ketersediaan vaksin terbagi dalam beberapa tahap, yakni 36 juta vaksin di kuartal IV-2020, 111 juta vaksin pada kuartal I-2021, 216 vaksin di kuartal II-2021, dan 376 juta vaksin pada kuartal IV-2021.
 
"Kalaupun vaksin itu ditemukan tidak otomatis bahwa virusnya itu hilang. Seperti yang disampaikan Pak Daeng (Ketua Umum IDI) bahwa vaksin itu lebih mencegah, kepada pencegahan virus tapi virus itu masih tetap ada," papar Moekti.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif