Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

Mentan: Food Estate Tingkatkan Pendapatan Keluarga Petani

Ekonomi ketahanan pangan Kementerian Pertanian Food Estate
Medcom • 13 Oktober 2020 19:29
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjelaskan program lumbung pangan alias food estate merupakan program jangka panjang yang dapat menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan. Program ini juga mampu meningkatkan pendapatan keluarga petani dan memastikan ketahanan pangan secara nasional.
 
Dengan program ini, kata Mentan, nantinya akan ada kelompok tani yang menggarap lahan seluas 100 hektare (ha). Serta lahan per 1.000 ha akan digarap oleh gabungan kelompok tani yang dikorporasikan menjadi lebih besar lagi hingga 10 ribu ha.
 
"Diharapkan nantinya petani tidak lagi menjual gabah secara murah. Artinya semua harus hilirisasi dan industrinya harus dirancang dengan baik," katanya, dikutip dalam keterangan resminya, Selasa, 13 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, kawasan pengembangan food estate di Provinsi Kalimantan Tengah akan dijadikan sebagai lahan percontohan dengan penerapan sentuhan teknologi pertanian modern sehingga budidaya pertaniannya berbeda dari cara tradisional.
 
"Dalam proyek lintas kementerian ini, penerapan mekanisasi serta teknologi pertanian diharapkan dapat mengoptimalkan rawa menjadi lahan pertanian produktif dan meningkatkan produksi pertanian," jelasnya.
 
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menegaskan bahwa salah satu program strategis yang termasuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021 akan difokuskan untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui dukungan pemulihan ekonomi. Serta revitalisasi sistem pangan nasional dan pengembangan food estate.
 
Menurut Menkeu program food estate merupakan upaya pemerintah untuk menciptakan ketahanan pangan dengan meningkatkan produktivitas di luar pulau Jawa serta bagian dari reformasi struktural yang telah diakomodasi di dalam APBN 2021.
 
"Saya kira kita harus dukung APBN sebagai instrumen fiskal untuk mewujudkan ketahanan pangan di dalam negeri," ujarnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif